JawaPos.com - Calon presiden (capres) 02 petahana Joko Widodo (Jokowi) memaparkan bahwa pada masa pemerintahannya telah dibangun 191 ribu kilometer (km) jalan desa. Hal itu disampaikan saat debat kedua pilpres pada Minggu (17/2) malam.
Pernyataan itu pun menjadi heboh di kalangan masyarakat menyusul cuitan Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak yang keheranan lantaran berdasarkan perhitungannya, 191 ribu km sama dengan 4,8 kali keliling bumi.
Terkait hal tersebut, Guru Besar Fisika Teori Fakultas MIPA Institut Pertanian Bogor (IPB) Husin Alatas menjelaskan, perhitungan Dahnil benar adanya jika panjang jalan desa dibagi dengan garis ekuator bumi yang sepanjang 40 ribu km. Hasilnya, jalan desa yang dibangun pemerintahan Jokowi mencapai sekitar 4,8 kali keliling bumi atau ekuator.
"Perhitungannya benar karena keliling bumi di ekuator sekitar 40 ribu km. Sehingga 191 ribu/40 ribu ~ 4,8 kali," ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (19/2).
Namun demikian, panjang jalan di tanah air sangat mungkin melebihi garis ekuator. Seperti yang diketahui, panjang keseluruhan jalan Indonesia yakni 523.974 kilometer.
Pasalnya, jalan yang ada di seluruh bumi tidak hanya lurus seperti ekuator. Melainkan berbelok, berputar, bahkan zig zag mengikuti permukaan bumi.
"Kalau jalan tersebut melewati ekuator (keliling bumi terpanjang), maka hanya butuh 40 ribu km. Kalau berbelok dan berputar, mungkin saja lebih dari 40 km," papar Husin.
Adapun pembangunan jalan desa sepanjang 191 ribu km dalam kurun waktu 2015-2018 dibiayai oleh dana desa yang telah dikucurkan selama empat tahun dengan total Rp 257 triliun.
Dengan jumlah 74.957 desa di Indonesia, dapat dihitung bahwa rata-rata setiap desa membangun 2,5 km jalan per 4 tahun atau 625 meter per tahun. Sehingga, totalnya menjadi 191 ribu km.