← Beranda

Pemilih Jokowi Lebih Banyak Nonton Debat Perdana

Estu SuryowatiRabu, 30 Januari 2019 | 23.04 WIB
Peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby (kanan).

JawaPos.com - Hasil survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyajikan data sebanyak 50,6 persen responden mengaku menonton debat perdana Pilpres 2019. Sebanyak 46,7 persennya tidak menonton dan sisanya 2,7 persen tidak menjawab.


Dari responden yang menonton, hanya 29,6 persen yang menonton debat secara utuh. Sebanyak 69 persennya hanya menonton sebagian dan 0,5 persen tidak menjawab.


Peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby mengatakan, di antara kedua basis pemilih pasangan calon, pemilih Joko Widodo-Ma'ruf Amin menjadi yang terbanyak menonton debat perdana yakni mencapai 99,7 persen, terdiri dari 28 persen menonton utuh, dan 71,7 persen menonton sebagian. Sebanyak 0,3 persen pemilih Jokowi-Ma'ruf tidak menjawab.


Sementara pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno yang menonton debat perdana sebanyak 99,2 persen. Namun, basis pemilih ini lebih banyak yang menonton debat secara utuh dibandingkan basis pemilih petahana.


Jika pada pemilih petahana hanya 28 persen yang menonton utuh, pada basis pemilih Prabowo-Sandi ada 32,2 persen yang menonton debat secara utuh.


"Sebanyak 67,0 persen hanya menonton sebagian, dan 0,8 persen tidak menjawab," ujar Adjie di kantor LSI Rawamangun, Jakarta Timur, Rabu (30/1).


Sementara itu ada pula responden yang merahasiakan pilihan politiknya. Sebanyak 29,1 persen dari mereka menyatakan menonton debat secara utuh. Sedang 70,9 persen hanya menonton sebagian.


Banyaknya pemilih Prabowo yang menonton debat secara utuh pun linear dengan basis pemilih segmen partai. Di mana partai pengusung Prabowo rata-rata penonton debatnya cukup tinggi.


Seperti pada basis pemilih Gerindra, sebanyak 40,6 persen menonton debat secara utuh, sebanyak 58,4 persen hanya menonton sebagian, dan 1,0 persen tidak menjawab.


Di basis pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkanya mirip-mirip. Yang menonton debat secara utuh 40,6 persen, dan hanya menonton sebagian 59, 4 persen.


Sementara itu, pada basis pemilih Partai Amanat Nasional (PAN), sebanyak 37,5 persen menonton utuh debat, dan sebanyak 62,5 persen menonton sebagian. Sedangkan di basis pemilih Demokrat, sebesar 35,4 persen menonton utuh, dan sebesar 64,6 persen yang menonton sebagian.


"Pemilih masing-masing partai yang menonton debat secara utuh rata-rata di atas 20 persen," sambung Adjie.


Sebagai informasi, survei dilaksanakan pada rentang waktu 18-25 Januari 2019 menggunakan metode multistage random sampling, dengan format tatap muka. Reponden yang terlibat 1.200 orang, dan margin of error 2,8 persen.

EDITOR: Estu Suryowati