Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Agustus 2024 | 22.42 WIB

Ada Yang Ingin Ambil PDI Perjuangan, Megawati Batalkan Rencana Pensiun demi Amankan Partai

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan arahan usai mengumumkan bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah di Jakarta, Rabu (14/8/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan arahan usai mengumumkan bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah di Jakarta, Rabu (14/8/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Gonjang-ganjing politik ternyata tidak hanya terjadi di Partai Golkar dan PKB. PDI Perjuangan sebagai partai pemenang pemilu pun merasakan gelagat serupa. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bahkan menyebut ada pihak yang ingin merebut partai yang dia pimpin itu. "Saya dengar ada orang ingin ambil PDI Perjuangan, aih, gawat, gile," ujar Megawati, lantas tertawa.

Pernyataan itu disampaikannya saat memberikan sambutan pada acara pengumuman bakal calon kepala daerah di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta, kemarin (14/8). Mega mengatakan, dirinya sebenarnya tak mau dicalonkan lagi sebagai ketua umum pada kongres tahun depan.

Dia ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, terutama cicitnya. Namun, ketika mendengar ada gerakan politik untuk mengambil PDIP, Mega membatalkan rencana pensiunnya. ”Karena itu, saya mau jadi ketua umum lagi," tegasnya. ”Keren apa nggak," lanjut Megawati, lalu tertawa kembali.

Megawati mengatakan, dirinya tidak takut dengan segala macam intimidasi. Dia juga tidak takut dipanggil KPK. ”Dipikir saya takut? Emangnya saya pernah main korupsi, cari saja dah,’’ ujar Mega. Dia juga mengulangi kesiapannya bertemu dengan Kapolri. ”Tulis gede-gede, Ibu Megawati Soekarnoputri minta untuk ketemu dengan kepala polisi Republik Indonesia," katanya.

Mega juga menyayangkan jika keinginannya bertemu dengan Kapolri dianggap sebagai bentuk intimidasi. ”Kalau intimidasi, saya nggak akan ngomong di depan umum dong," katanya. Mega mengatakan bahwa dirinya adalah warga Indonesia yang punya hak untuk bertemu dengan Kapolri.

Jika pertemuan itu bisa terlaksana, Mega mengaku akan mempertanyakan dugaan intimidasi kepada sejumlah kader PDIP di daerah. ”Masak wargaku diintimidasi. Kalau ditanya, katanya ada perintah dari atas. Gile apa nggak. Ini gimana sih. Gawat deh republik ini," kata Mega.

Sekjen Hasto membenarkan bahwa ada pihak yang memang ingin menguasai PDIP. Pihak-pihak itu, menurut Hasto, bermain dari belakang. Mereka juga berusaha menyembunyikan rencananya untuk mengambil alih PDIP. ”Ketika mereka ditanya mengaku tidak tahu, tidak ikut-ikutan, tidak campur tangan di dalam kedaulatan partai. Tapi, faktanya apa yang dulu menjadi rumor itu kan kemudian terjadi," kata Hasto.

Dia mengatakan, upaya-upaya seperti itu tentu menjadi pelajaran berharga bagi semua partai politik bahwa kedaulatan partai harus benar-benar dibangun. Dia menangkap aspirasi kekuatan arus bawah PDIP yang militan menyatakan secara tegas tidak akan tinggal diam melihat kedaulatan partainya diganggu. Seluruh jajaran partai akan bergerak. Anak ranting, PAC, dan satgas partai akan bergerak menjaga marwah partai serta marwah ketua umum partai. Hasto menegaskan bahwa PDIP merupakan partai perjuangan yang anggotanya sangat militan.

Dia mengungkit bagaimana perlawanan kader saat menghadapi rezim otoriter. ”Nyawa bagian dari pengorbanan terhadap cita-cita. Jadi, kami tegaskan, jangan ganggu putri proklamator yang menegakkan kebenaran di republik ini. Sekiranya ada yang mengganggu, akan berhadapan dengan seluruh kekuatan PDI Perjuangan," tegasnya. (lum/c6/oni)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore