
Presiden PKS Sohibul Iman saat menggelar konferensi pers di kantor DPP PKS, Selasa (7/8) malam
JawaPos.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memastikan pihaknya akan legawa jika nantinya Ketua Umum Partai Gerindra akan lebih memilih Ustad Abdul Somad (UAS), dibandingkan kadernya Salim Segaf Aljufri. Partai besutan Sohibul Iman ini menyebut akan taat dengan putusan Ijtima Ulama.
"Kalau Pak Prabowo mau mengambil UAS, ya PKS akan mendukung (hasil) ijtima ulama," kata Presiden PKS Sohibul Iman usai melaksanakan Sidang Majelis Syuro Istimewa di Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (7/8).
Meski demikian, kata Sohibul, sampai saat ini pun peluang cawapres dinilai masih sangat terbuka. Pasalnya, Prabowo belum juga menentukan pilihan dari rekomendasi hasil ijtima ulama.
"Pak Prabowo sampai hari ini cuma pegang bola (hasil rekomendasi Ijtima Ulama) saja tapi bolanya enggak dilempar ke mana-mana, belum jelas hari ini. Belum dilempar ke UAS (Ustad Abdul Somad) belum dilempar ke Habib Salim. Disitu lah kami terus bangun komunikasi politik," ungkapnya.
Terkait arah koalisi, dia menambahkan, partai yang diketuainya itu dipastikan tak akan berada dikubu petahana. Sebaliknya, PKS telah sepakat untuk adanya pergantian kepemimpinan di pilpres mendatang.
"Kita akan terus memperjuangkan aspirasi masyarakat yang menginginkan perubahan kepemimpinan nasional," pungkasnya.
Sebelumnya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) telah usai melaksanakan sidang Majelis Syuro Istimewa yang dilaksanakan tertutup di Kantor DPP PKS, Jakarta, Selasa (7/8). Forum tertinggi partai berbasis massa Islam itu berlangsung selama lebih dari delapan jam dan telah menghasilkan sejumlah keputusan penting.
Presiden PKS Sohibul Iman menyebut, partainya telah sepakat untuk tetap berada dalam posisi untuk mengganti kepemimpinan. Namun, tentunya harus melalui jalur yang sesuai konstitusi.
"PKS akan terus perjuangkan aspirasi masyarakat Indonesia yang ingin ada perubahan kepemimpinan secara demokratis dan konstitusional pada pilpres 2019," kata Sohibul saat melakukan konfrensi pers di Kantor DPP PKS, Selasa (7/8).
Keputusan kedua, lanjut Sohibul, mengenai sikap untuk menyetujui untuk terus melanjutkan dan mengawal hasil rekomendasi Ijtima Ulama yang telah menetapkan dua cawapres yang disandingkan dengan Prabowo. Antara lain, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Aljufri ataupun Ustadz Abdul Somad.
"Patokan bekerja kita adalah keputusan majelis syuro yang telah memunculkan 9 nama (cawapres) dan keputusan Ijtima Ulama. Itu menjadi pegangan kita," ungkapnya.
Terakhir, Sohibul mengungkapkan, dalam musyawarah majelis syuro telah sepakat untuk memberikan mandat kepada dewan pimpinan tingkat pusat (DPTP) untuk terus melakukan komunikasi politik jelang penutupan pendaftaran capres dan cawapres.
"Musyawarah majelis syuro tadi memberikan mandat kepada dewan pimpinan tingkat pusat atau dptp yang merupakan badan pekerja majelis syuro untuk membangun komunikasi politik dalam rangka pembentukan koalisi bersama mitra koalisi," pungkasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
