JawaPos Radar | Iklan Jitu

Datang ke Lokasi Debat, Politikus Gerindra Cari Keberadaan Rommy PPP

17 Maret 2019, 19:40:56 WIB
Habiburokhman
Anggota Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Habiburokhman di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/3). (Ridwan/Jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Anggota Tim Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Habiburokhman mencari keberadaan Anggota Dewan Penasihat Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Romahurmuziy, di lokasi debat calon wakil presiden yang diselenggarakan KPU, di Hotel Sultan, Minggu (17/3). Itu ia lakukan karena biasanya politikus yang akrab disapa Rommy itu selalu datang lebih awal di lokasi debat.

"Rommy ada enggak Rommy? Biasanya dia sudah datang jam segini," tanya Habiburokhman ditemui di Hotel Sultan.

Ketua bidang advokasi dan hukum Partai Gerindra ini kemudian bertanya kepada anak muda yang berada di lokasi debat. Dia berharap, mereka dapat memberi petunjuk keberadaan Rommy.

"Coba tanya Bro milenial, Rommy siapa tahu ada yang lihat tadi," ucapnya.

Sementara itu, terkait debat cawapres, dia berharap dapat berlangsung kondusif. Habiburokhman percaya, Ma'ruf dan Sandi mampu melakukan debat dan adu program yang telah disiapkan dari masing-masing tim kampanye.

"Namun, yang paling penting saya mau melihat siapa tahu ada Pak Rommy, ya, di mana beliau," pungkasnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy sebagai tersangka, dia bersama-sama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi, dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim) Haris Hasanuddin.

Dalam OTT tersebut, KPK mengamankan uang sebesar Rp 156 juta. Uang suap itu diterima Rommy dari Muafaq dan Haris untuk memuluskan jabatan mereka menjadi pejabat di kantor wilayah Kementerian Agama, Jawa Timur.

Rommy terjerat kasus dugaan suap seleksi pengisian jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Usai ditetapkan sebagai tersangka, Rommy sempat menyampaikan pepatah yang dituangkan dalam surat yang dia bagikan ke awak media pada Sabtu (17/3).

"Saya ingin memulai dengan pepatah Arab. Musibah yang menimpa suatu kaum akan menjadi manfaat dan faedah untuk kaum yang lain," jelas Rommy.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Muhammad Ridwan
Copy Editor : Fersita Felicia Facette

Alur Cerita Berita

Sandiaga Hapus UN, TKN: Konsep yang Absurd 17 Maret 2019, 19:40:56 WIB
Sandi: TKA Harus Bisa Bahasa Indonesia 17 Maret 2019, 19:40:56 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini