JawaPos Radar | Iklan Jitu

Takmir Masjid Kauman Larang Prabowo Salat Jumat, Ini Reaksi Sudirman

14 Februari 2019, 12:01:27 WIB
Sudirman Said
Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto saat bersama Sudirman Said. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Badan Pemenangan Nasional (BPN) 02 mengaku prihatin, dengan adanya larangan salat jumat di salah satu masjid di kota  Semarang kepada Prabowo. Larangan itu dilontarkan oleh Takmir Masjid Agung Semarang Hanief Ismail.

“Saya prihatin dengan kejadian ini, mengingatkan pada masa kecil. Terakhir kali saya mendengar orang salat dilarang-larang waktu kecil tahun 60-an. Saat itiu ada kelompok yang melarang musalahnya dipakai karena beda aliran,” tutur Direktur Materi dan Debat, Sudirman Said dalam keteranganya, Kamis (14/2).

Menurut Sudirman, dalam berdemokrasi, berbeda pilihan dinilainya wajar. Apalagi zaman telah memasuki era yang semakin terbuka. Sehingga antar umat beragama seharusnya saling toleran satu sama lain.

“Beda pilihan ya biasa saja. Kok sampai ada pelarangan seorang calon Presiden masuk ke masjid,” tambahnya. 

Sebagai orang yang pernah berlaga pada pemilihan Gubernur Jateng 2018, Sudirman meyakini itu bukan sikap warga Semarang. Apalagi sampai ada asumsi bahwa itu merupakan sikap umat Islam Semarang. 

Begitu pula, dia keberatan jika sikap ini merupakan sikap kolektif dari takmir Masjid Kauman.   

“Masjid Kauman punya sejarah panjang, pasti para pengurusnya memiliki kebijakan, keluasan pikiran, dan hati. Saya tidak percaya kalau mereka tega melarang-larang,” ujarnya.

Pada waktu pemilihan gubernur, Sudirman mengaku penah dua kali salat jumat di masjid Kauman. Ketika itu, dia disambut hangat oleh masyarakat sekitar. Bahkan usai salat, dia diajak makan siang oleh seluruh takmir. Sambutan warga juga luar biasa.  

“Saya mau duduk di barisan tengah karena masuk terlambat, oleh pengurusnya malah dibawa ke mihrab, duduk sebalahan dengan Imam," bebernya.

Karena itu sekali lagi dia menyayangkan sampai terjadi larangan salat Jumat terhadap Prabowo. “Saya kok menduga ini justru ada pihak lain yang mempolitisasi salat Jumatnya Pak Prabowo,” tegasnya.

Sebelumnya, Hari ini Takmir Masjid Agung Semarang KH  Hanief Ismail membuat press rilis yang meminta agar Bawaslu melarang Prabowo salat Jumat di masjid Kauman, Semarang. Hanief menilai salat itu mempunyai tujuan politis.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Igman Ibrahim

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up