JawaPos Radar | Iklan Jitu

Survei IndEX: Jokowi-Ma’ruf Ungguli Debat, Prabowo-Sandi Lebih Solid

14 Februari 2019, 13:48:08 WIB
Jokowi dan Prabowo
Jokowi dan Prabowo berpelukan usai acara debat capres perdana di Jakarta, Kamis (17/1) malam (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - ‎Anggapan bahwa debat pertama calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) terasa membosankan, ada hal menarik yang dapat diperhatikan. Pada kubu 01, Jokowi tampak mendominasi, di mana Ma’ruf Amin hanya mendapatkan sedikit porsi. Sebaliknya, kubu 02 tampak kompak dalam menjawab ataupun memberikan tanggapan.

Lantas ‎bagaimana penilaian publik terhadap figur masing-masing capres-cawapres berpengaruh pada debat pertama yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Januari 2019 lalu?

Survei yang dilakukan oleh Indonesia Elections and Strategic (indEX) Research mengukur persepsi publik dari sisi komunikasi, substansi, team work, dan leadership.

"Secara umum pasangan calon (paslon) Jokowi-Ma’ruf unggul dalam debat, tetapi Prabowo-Sandi unggul dalam hal kerjasama atau team work,” ungkap Direktur Eksekutif indEX Research Vivin Sri Wahyuni dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (14/2).

Figur Prabowo mendapat skor tertinggi yaitu 32,1 persen, disusul Jokowi 31,4 persen, Sandiaga 29,7 persen, dan Ma’ruf 4,5 persen.

Dalam ketiga aspek lainnya, Jokowi mengungguli semua figur, yaitu secara komunikatif 43,1 persen, secara penguasaan masalah (substantif) 38,2 persen, dan secara kepemimpinan 43,3 persen. Figur Sandiaga paling unggul dalam aspek substantif, yaitu sebesar 31,1 persen, diikuti kerjasama 29,7 persen, komunikatif 25,3 persen, dan paling rendah kepemimpinan 16,2 persen.

Menurut Vivin, Pilpres 2019 merupakan tanding ulang (re-match) antara Jokowi dan Prabowo yang sebelumnya berlaga pada 2014 silam.

"Tidak mengherankan jika figur Jokowi cenderung unggul, kecuali dalam hal kerjasama,” tutur Vivin.

Dalam hal substansi, Prabowo mendapat skor terendah yaitu 16,2 persen, setelah kepemimpinan 30,7 persen dan komunikatif 22,9 persen. Karena Prabowo hanya menjual gagasan menaikkan gaji aparatur negara, tidak mampu menawarkan gagasan yang bersifat terobosan.

Secara de facto, Vivi menilai ajang debat capres lebih merupakan pertarungan antara Jokowi dan Sandiaga. Kedua figur sama-sama pernah memimpin di daerah, tetapi Jokowi mempunyai jam terbang lebih tinggi dibanding Sandiaga.

Kelemahan paling kentara di kubu 01 adalah figur cawapres Ma’ruf Amin. Skor Ma’ruf paling rendah dalam semua aspek, yaitu kepemimpinan sebesar 4,1 persen, kerjasama 4,5 persen, komunikatif 5,5 persen, dan substansi 9,2 persen.

"Penilaian terhadap Ma’ruf tertolong ketika memberi jawaban tentang isu terorisme,” kata Vivin.

Vivin menyarankan kubu 01 memperbaiki aspek kerjasama, di mana peran Ma’ruf perlu diberi peran yang lebih banyak. Jangan sampai berkembang wacana bahwa figur ulama seperti Ma’ruf hanya dijadikan ban serep dalam posisinya sebagai cawapres.

"Sebaliknya, kubu 01 disarankan untuk memperdalam substansi dalam debat capres berikutnya," ungkapnya.

Survei indEX Research dilakukan pada 20-31 Januari 2019, dengan jumlah responden 1200 orang. Metode survei adalah multistage random sampling dengan margin of error lebih kurang ,9 persen dan pada tingkat kepercayaan 95 persen.‎

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Gunawan Wibisono

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up