JawaPos Radar | Iklan Jitu

Prabowo Dilarang Salat Jumat di Masjid Agung

HNW: Selama Ini Ditanya Prabowo Salat Di Mana, Sekarang Kok Dilarang?

14 Februari 2019, 13:59:14 WIB
Hidayat Nur Wahid
Wakil Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid (HNW) menyesalkan kejadian ini. Baginya, wajar jika seorang pejabat negara atau tokoh nasional datang ke daerah kemudian mengumumkan akan beribadah di mana. (Gunawan Wibisono/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kejadian tidak menyenangkan baru-baru ini menimpa Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto. Dia dikabarkan mendapat penolakan untuk menjalankan ibadah salat Jumat di salah satu masjid di Jawa Tengah.

Wakil Ketua Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid (HNW) menyesalkan kejadian ini. Baginya, wajar jika seorang pejabat negara atau tokoh nasional datang ke daerah kemudian mengumumkan akan beribadah di mana.

"Ada pengumuman Pak Prabowo akan salat di mana dan sebagainya, saya kira itu bukan hal yang aneh. Yang dipentingkan adalah bahwa tidak terjadi kampanye," ujar HNW di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Kamis (14/2).

Menurut HNW, siapapun berhak melaksanakan salat di mana pun, sekalipun dia adalah seorang politikus. Dengan catatan yang bersangkutan tidak melakukan kampanye.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Dewan Syuro PKS itu pun mengaku heran jika Prabowo dilarang salat di salah satu masjid. Mengingat selama ini banyak pihak yang kerap mempertanyakan mantan Danjen Kopassus itu tentang keibadahannya.

"Selama ini kan Pak Prabowo selalu ditanyakan salat Jumat di mana? Kemudian beliau menjawab dari fitnah itu mengapa sekarang malah dilarang? ini kan justru menjadi kontra produktif," sambungnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua MPR RI itu meminta agar ibadah seorang tidak menjadi bahan politik. Sehingga tidak terjadi hal-hal seperti ini.

"Tapi kalau siapapun kandidat Presiden, anggota DPR, salat Jumat di mana saja harusnya itu tidak perlu dipolitisasi dengan memaknai seolah-olah salat Jumatnya Pak Prabowo adalah politisasi," pungkas HNW.

Sebelumnya, Hari ini Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail membuat press rilis yang meminta agar Bawaslu melarang Prabowo salat Jumat di masjid Kauman, Semarang. Hanief menilai salat itu mempunyai tujuan politis.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Sabik Aji Taufan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up