JawaPos Radar | Iklan Jitu

JK Minta Ahok Tak Perlu Masuk TKN, Ma'ruf Amin Bilang Begini

13 Februari 2019, 13:57:21 WIB
Maruf Amin
Maruf Amin saat diwawancarai awak media (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Jusuf Kalla menolak mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masuk dalam struktur tim sukses 01. Hal itu berdasarkan pertimbangan untung ruginya, mengingat Ahok pernah dipenjara atas vonis penistaan agama.

Menanggapi itu, Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin menyambut baik saran dari JK. Ia menganggap itu masukan yang bagus jika disesuaikan dengan keadaan yang terjadi.

"Saya kira bagus itu sarannya pak JK yah," ujar Ma'ruf di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (13/2).

Di tempat terpisah, Wakil Ketua TKN, Arsul Sani mengatakan, saat ini memang sudah tidak memungkinan untuk menambah anggota di struktur TKN. Sebab, daftar tersebut sudah difinalisasi bersama seluruh partai koalisi.

Justru kemungkinan yang bisa terjadi yaitu berkurangnya jumlah anggota TKN, dikarena beberapa faktor. Misalnya, berhalangan tetap, meninggal, atau sakit.

"Memang tidak ada istilah masuk TKN itu nggak ada. Karena yang namanya struktur TKN itu sudah fix, tidak mungkin ditambah. Yang ada adalah berkurang," sambung Arsul.

Sekjen PPP itu mencontohkan seperti kasus Wakil Ketua TKN, Abdul Kadir Karding. Saat ditunjuk dalam jabatan tersebut statusnya di partai yaitu sebagai Sekjen. Kemudian setelah ditetapkan di struktur TKN jabatannya di partai digantikan oleh Hanif Dhakiri. Situasi ini lantas tidak membuat Hanif pun ikut dimasukan dalam struktur tim kampanye 01.

"Jadi pernyataan pak JK harus dibaca dalam konteks seperti itu," pungkasnya.

Sebelumnya, JK memandang tidak perlu Ahok masuk dalam struktur TKN. Memang ada untung dan ruginya jika Ahok masuk struktur tim sukses 01.

Keuntungan itu bisa meliputi menguatnya suara Ahokers untuk pasangan Jokowi-Ma'ruf. Namun, adanya label penista agama bisa membuat suara petahana juga berkurang.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Sabik Aji Taufan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up