JawaPos Radar | Iklan Jitu

Ikadin: Jokowi dan Prabowo Tidak Serius, Bisa Pengaruhi Pemilih

13 Januari 2019, 17:18:51 WIB
Pilpres 2019
Ikatan Advokat Indonesia menilai kedu paslon kurang serius dalam isu HAM dan pemberantasan korupsi. (Issak Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua DPP Bidang Humas Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin), Erwin Natosmal Oemar menilai kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden baik Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak serius menawarkan program hukum pada masyarakat. Hal ini terlihat dari visi-misi kedua pasangan calon.

Erwin menyebut visi misi yang ditawarkan pasangan Prabowo-Sandi maupun Jokowi-Ma'ruf tidak terukur. Menurutnya, hal itu akan memengaruhi pandangan publik dalam memilih kandidat.

"Program yang ditawarkan harus lebih terukur. Kalau mau dukung KPK, ya jelaskan bentuknya apa? Jadi lebih spesifik, supaya publik bisa yakin," kata Erwin dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/1).

Erwin menjelaskan, dari semua visi misi yang diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU), hanya 46 persen program pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin yang bisa terukur.

"Sementara, dari visi misi pasangan Prabowo-Sandiaga, hanya 47 persen program yang bisa terukur," ucapnya.

Direktur Indonesia Legal Roundtable (ILR) ini lantas mencontohkan bahwa kedua pasangan tidak secara spesifik menunjukkan sikap keseriusan terhadap isu hak asasi manusia (HAM).

"Termasuk dalam program pemberantasan korupsi, khususnya penguatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)," jelas dia.

"Masalah lainnya misalnya, isu reformasi pemilu dan reformasi di bidang peradilan. Kemudian, terkait isu pembenahan regulasi dan Indonesia," tukas Erwin.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Muhammad Ridwan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini