JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tjahjo Kumolo Akui Anggaran Negera Bocor, Tapi Tidak Sampai 25 Persen

11 Februari 2019, 12:52:37 WIB
Tjahjo Kumolo
Mendagri Tjahjo Kumolo saat diwawancara awak media, Senin (11/2) (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengaku adanya kebocoran anggaran di era pemerintah Presiden Joko Widodo. Namun, dia menepis bocornya anggaran tersebut tidak mencapai 25 persen.

"Saya kira soal anggaran bocor ada dimana-mana ya. Tapi tidak mungkin, kalau sampai sebesar itu (25 persen) yang menyampaikan itu," kata Tjahjo di Hotel Bidakara,Jakarta Selatan, Senin, (11/2).

Tjahjo menjelaskan, 4,5 tahun tahun pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, kebocoran anggaran telah ditekan. Di sisi lain, pejabat daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK, tidak seluruhnya menyangkut masalah anggaran bocor.

"Mulai 2015 sampai sekarang (kebocoran anggaran) tingkatnya kecil sekali. Jadi kalau ada kepala daerah yang OTT KPK tidak semua menyangkut masalah anggaran," jelasnya.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto melontarkan adanya kebocoran anggaran hingga 25 persen atau sekitar Rp 500 triliun. Itu dipicu perilaku korupsi terhadap proyek-proyek pembangunan yang nilainya digelembungkan. Padahal, kebocoran 25 persen dari anggaran negara itu jika digunakan dengan baik bisa untuk membangun 200 pabrik bagi produk-produk Indonesia.

"Kalau anggaran kita sudah mendekati Rp 2.020 triliun, 25 persen bocor, artinya 50 miliar dolar AS hilang. Artinya hampir Rp 500 triliun yang bocor. Bayangkan, dengan yang hilang ini kalau kita pakai untuk kesejahteraan dan perekonomian kita, apa yang bisa kita buat saudara-saudara,” kata Prabowo di acara tersebut, Sports Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (6/2).

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Muhammad Ridwan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up