JawaPos Radar | Iklan Jitu

Akhiri Revolusi Mental, Amien Rais Terbitkan 'Revolusi Moral'

11 Januari 2019, 18:40:16 WIB
Amien Rais
Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meluncurkan buku yang berjudul 'Hijrah: Selamat Tinggal Revolusi Mental, Selamat Datang Revolusi Moral' di Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Jumat (11/1). (igman/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meluncurkan buku yang berjudul 'Hijrah: Selamat Tinggal Revolusi Mental, Selamat Datang Revolusi Moral' di Jalan Daksa, Jakarta Selatan, Jumat (11/1).

Buku setebal 76 halaman ini ditulis berisi kritik Amien Rais terhadap revolusi mental yang digaungkan oleh Jokowi yang sebelumnya sangat apresiasi soal ide revolusi mental yang didorong oleh Jokowi. Akan tetapi, kata dia, belakangan ini penilaianya ternyata salah.

"Ide yang berasal dari presiden pertama Indonesia Soekarno itu tidak jelas arahnya setelah digaungkan oleh Jokowi," papar Amien.

Amien menuturkan, sewaktu masih mahasiswa tingkat awal, ia menyuruh untuk melakukan revolusi mental. Namun, revolusi mental Pak Jokowi itu memang tidak jelas.

"Tidak ada dokumen otentik mengenai, apa sih maksudnya? Pak Jokowi nggak punya otentik, kemudian tidak ada dokumen otoritatif dari pemerintah, cuman memang ada breakdownnya itu. Tapi, yang terjadi justru jauh dari konsepsi mental sebenarnya," papar Amien.

"Yang ada malah mental pecundang, orang malas itu mental pengemis, kalau orang yang sukses itu mental saudagar, mental pengusaha. Kemudian kalau ada followship mentality, mental pelanga pelongo mental pengikut," tuturnya.

Atas dasar itu, Amien menyebutkan, revolusi moral dibentuk untuk mengakhiri revolusi mental yang dicanangkan era Jokowi. Menurutnya, moral lebih memiliki arti mendalam daripada mental. 

Lebih lanjut, Amien menuturkan, persoalan moral ini lah yang dinilainya belum banyak disentuh oleh pemerintahan Jokowi. Dia menilai, rezim saat ini belum punya arah untuk membentuk moral bangsa.

"Saya mohon maaf, setelah empat tahun mengikuti rezim Jokowi itu memang tidak punya kompas moral, tidak ada moral guidence. Jadi, enteng kalau orang tidak punya kompas moral itu berjanji sebanyak mungkin, itu tak apa-apa. Kemudian bohong pun tak apa-apakarena enggak punya kompas moral, kemudian jadi permissive," ucapnya.

"Ini yang betul-betul mengganggu saya, there is something very very very wrong," lanjutnya.

Editor           : Dimas Ryandi
Reporter      : Igman Ibrahim

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up