JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kampanye Sandi Diklaim Lebih Rame Ketimbang Kiai Ma'ruf

10 Januari 2019, 12:38:59 WIB
Pilpres 2019
Kubu 02 menyebut kampanye Sandiaga lebih rame ketimbang Kiai Ma'ruf Amin (Issak Ramadan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ferdinand Hutahean, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi membandingkan kampanye masif yang dilakukan oleh Sandi Uno dengan calon wakil presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin. Menurut dia, kampanye yang dilakukan Ma'ruf jauh tertinggal dengan mantan wakil gubernur DKI Jakarta tersebut.

Demikian disampaikan oleh Ferdinand untuk menanggapi pernyataan Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding. Dia menyebut, rivalnya itu hanya ingin merusak opini publik tentang Sandi.

"Karena memang kalau membandingkan antara Sandiaga Uno dengan Ma'ruf Amin tentu akan jauh berbeda. Mungkin Ma'ruf Amin baru mengunjungi beberapa titik dan beritanya sepi-sepi aja karena memang acaranya sepi-sepi," kata Ferdinand kepada Wartawan, Kamis (10/1).

Di sisi lain, kata dia, acara yang digelar oleh Sandi selalu ramai dikerumuni oleh rakyat Indonesia. Bahkan dia mengklaim, jumlahnya selalungak pernah di bawah 100 orang.

"Jadi, ini perbedaan yang sangat signifikan dan menjadi opini besar di publik bahwa yang diinginkan masyarakat kita adalah perubahan dan memilih pemimpin baru," tuturnya.

Menurut dia, setiap acara yang digelar oleh Prabowo maupun Sandi tidak pernah melakukan mobilisasi massa. Kondisi ini, klaim Ferdinand, berbeda dengan kubu petahana.

"Di sebelah sana kita tau mendatangkan orang dengan di iming imingi sembako. Janjikan iming iming transport segala macam," ucapnya.

"Jadi, ini perbedaan yang akan sangat mengkontraskan antara Jokowi dan Prabowo. Juga, mengkontraskan antara Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno inilah perubahan yang sekarang diinginkan oleh masyarakat kita," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding mengatakan, 1.000 titik kunjungan Sandi ini masih belum ada apa-apanya. Bahkan masih terbilang kecil dibandingkan besarnya wilayah Indonesia.

"Jumlah 1.000 titik itu adalah jumlah yang sangat sedilit jika dikomparasikan dengan luas wilayah Indonesia," ujar Karding saat dihubungi, Selasa (8/1).

Alih-alih mengapresiasi, Karding malah menyebut kesan Sandi dalam kunjungannya ke titik ke-1000 kemarin merupakan tindakan narsis. "Jadi, sekali lagi kunjungan yang disimbolkan dalam 1.000 titik itu hanya pencitraan atau narsis numerik," katanya.

Menurut Karding, kampanye Sandi mengenai program OK OCE kepada masyarakat tidak sesuai kenyataan. Kata Karding, di Jakarta saja program yang ia gagas tidak berhasil dijalankan.

"OK OCE di Jakarta belum ada buktinya, banyak yang tidak berhasil," pungkasnya.

Editor           : Imam Solehudin
Reporter      : Igman Ibrahim

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini