JawaPos Radar | Iklan Jitu

Korupsi Orde Baru Masuk Materi Debat Capres

Golkar: Ngapain Menghina Orde Baru yang Menonjol di Bidang Pembangunan

08 Desember 2018, 14:05:55 WIB | Editor: Kuswandi
Golkar
Ilustrasi: Partai Golkar (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) buka peluang dengan usulan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menginginkan supaya materi debat soal korupsi era Orde Baru. Menanggapi hal tersebut, Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga mengaku tidak setuju karena hanya membahas soal korupsi era Orde Baru. Padahal korupsi setelah era Orde Baru juga banyak.

‎"Berpikir ke depan jauh lebih baik. Itu pesan saya pada anak-anak PSI. Korupsi pasca Orde Baru juga enggak kalah hebatnya," ujar Andi Sinulingga saat dihubungi, Sabtu (18/12).

Oleh sebab itu dia berpesan supaya partai yang diketuai oleh Grace Natalie ini jangan terus-terusan membuat fenomena atau wacana-wacana yang membuat kontroversi. Pasalnya hal itu bisa merugikan Joko Widodo (Jokowi).

"PSI justru sering sekali beracting yang kontra produktif, jika itu hanya merugikan PSI ya enggak apa-apa. Tapi pernyataan politik PSI itu juga akan merugikan Jokowi," katanya.

"PSI itu energi negatif bagi Jokowi. Kan banyak juga aktor-aktor penting Orde Baru di Jokowi. Jadi PSI‎ berpendapat itu harus cerdas," tambahnya.

Sehingga PSI yang mengusulkan debat korupsi era Orde Baru sangat tidak tepat. Karena dia menduga tujuannya adalah mendiskreditkan era Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Indonesia ke-2 Soeharto.

"Ngapain menghina-hina Orde Baru yang menonjol di bidang pembangunan infrastruktur.

‎Sebelumnya, Komisioner KPU Viryan Aziz juga mengatakan pihaknya bakal membahas usulan mengenai korupsi era Orde Baru masuk debat capres-cawapres di Pilpres 2019.

Adapun korupsi era Orde Baru masuk dalam debat capres-cawapres di‎usulkan oleh PSI lewat Sekretaris Jenderal Raja Juli Antoni. Usulan itu karena menyambut Hari Anti Korupsi Sedunia yang bakal jatuh 9 Desember.

"Iya (iya akan dibahas), nanti akan jadi catatan dan masukan kami yang akan dibahas," katanya.

Viryan mengaku pembahasan korupsi Orde Baru juga akan dibahas bersama para ahli. Nantinya materi debat juga melihat mengenai kondisi kebangsaan Indonesia.‎

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up