JawaPos Radar | Iklan Jitu

Anak Buah Cak Imin Beberkan Pemicu Tergerusnya Elektabilitas Jokowi

08 Desember 2018, 16:57:47 WIB | Editor: Ilham Safutra
Anak Buah Cak Imin Beberkan Pemicu Tergerusnya Elektabilitas Jokowi
Capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin (Miftahulhayat/Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Elektabilitas pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin tergerus sekitar dua persen. Kondisi itu berdasar hasil survei internal Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf.

Menurut Abdul Kadir Karding selaku Wakil Ketua Tim Kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin, penurunan elektabilitas itu tidak terlepas dari isu-isu yang dimainkan oleh pihak di luar lingkaran tim kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Orang luar tersebut memainkan isu bahwa Jokowi itu jauh dari ulama. Padahal Jokowi sangat berpihak pada Islam.

Mengantisipasi agar penurunan suara itu tidak berkembang lebih jauh, Karding menyebut, Ma'ruf Amin akan turun ke daerah-daerah untuk melakukan sosiaslisasi. Turunnya Ketua umum Majelis Ulamat Indonesia (MUI) nonaktif itu untuk menegaskan bahwa Jokowi jauh dari ulama adalah isu yang tidak benar.

"Pak Ma'ruf Amin akan mengatakan bahwa Pak Jokowi jauh dari ulama itu hoax," ujar Karding di acara konsolidasi Jokowi-Ma'ruf Amin di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (8/12).

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu mengklaim , dari sisi perilaku keberagamaan sampai pada kebijakan Jokowi soal umat itu tidak bisa dibandingkan dengan paslon lain karena tindakannya sudah nyata.

Selama menjabat sebagai presiden, kata Karding, Jokowi sangat berpihak pada Islam. Contohnya memprioritaskan pembangunan infrastruktur di madrasah, pondok pesantren, hingga masjid.

Capaian-capaian Jokowi ini bakal dibawa oleh Ma'ruf Amin dalam kampanyenya di sejumlah daerah. "Memang perhatian beliau (Jokowi, red) terhadap agama sangat luar biasa," ungkapnya.

Karding mengakui isu Presiden Jokowi antiulama dan Islam sangat menggerus elektabilitas pasangan calon nomor urut 01 itu. Persentasenya sekitar 2 sampai 3 persen.

Kendati demikian, pihaknya percaya gerusan itu dapat diperbaiki, jika masyarakat sudah mengetahui bahwa Presiden Jokowi sangat dekat dengan ulama dan Islam.

"Soal isu ulama itu menggerus ya 2-3 persen dan itu bisa dikembalikan‎. Memang isu soal kriminalisasi ini lumayan menggerus tapi saya rasa lama-lama masyarakat akan paham bahwa yang punya dosis kemusliman yang tinggi itu Pak Jokowi," ungkapnya.

Selain itu ulama, imbuhnya politikus asal Jawa Tengah itu, isu PKI kerap merongrong Jokowi. Persentasenya mencapai 12 persen atau sama dengan 9 juta jiwa yang percaya dengan isu itu. Makanya isu-isu anti ulama dan PKI itu harus dilawan dengan menyatakan hal tersebut adalah hoax.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up