JawaPos Radar | Iklan Jitu

Sindir Prabowo, Ma'ruf: Batin Ingin Melompat Kalau Tak Ketemu Wartawan

07 Desember 2018, 11:30:59 WIB | Editor: Estu Suryowati
Sindir Prabowo, Ma'ruf: Batin Ingin Melompat Kalau Tak Ketemu Wartawan
Menurut Ma'ruf Amin ada praktik simbiosis mutualisme antara seorang politikus dengan jurnalis. Keduanya saling membutuhkan, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto kembali menunjukkan sikap yang mengundang kontroversi. Kali ini dia geram dengan sejumlah media arus utama karena tidak menjadikan Reuni Akbar Alumni 212 sebagai berita utama.

Sikap berbeda justru diperlihatkan oleh Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 01, Ma'ruf Amin. Pasangan Joko Widodo (Jokowi) di pilpres itu mengaku berkawan baik dengan jurnalis.

Menurutnya, ada praktik simbiosis mutualisme antara seorang politikus dengan jurnalis. Keduanya saling membutuhkan, tidak bisa berjalan sendiri-sendiri.

"Kalau saya dengan media berteman. Saya ke mana, ada media. Saya butuh media, media juga butuh saya kan cari berita? Satu hari nggak ketemu wartawan itu jadi pusing. Batin saya ingin melompat," ujar Ma'ruf di Rumah Situbondo Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (6/12).

Karena dianggap saling membutuhkan, lanjut Ma'ruf, maka hubungan antara politikus dan jurnalis harus dijaga dengan baik. Dengan tujuan menciptakan kolaborasi yang bagus dalam berdemokrasi.

"Kita saling membutuhkan, karena itu harus bekolaborasi. Tapi jangan memberitakan yang jelek-jelek, yang bagus-bagus lah," kelakar Ma'ruf.

Sebelumnya, calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyesalkan peran media yang sedikit menyoroti Reuni Akbar Alumni 212 yang diselenggarakan di sejumlah titik ibu kota, Minggu (2/12). Padahal menurutnya, acara itu ditaksir telah dihadiri oleh jutaan umat Islam di Indonesia.

"Ada acara besar di Monas, hadir jutaan orang, tapi banyak media di Indonesia tidak melihatnya, ini aneh bin ajaib," kata Prabowo dalam pidatonya di acara Peringatan Hari Disabilitas ke-26 di Jakarta, Rabu (5/12).

"Pertama kali jutaan umat berkumpul tanpa dibiayai siapa pun. Hebatnya, media-media kondang, objektif dan bertanggung jawab untuk membela demokrasi, justru mereka memanipulasi demokrasi," tegasnya.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up