JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dahnil: Akar Masalah KKB di Papua itu Ketidakadilan dan Kesejahteran

06 Desember 2018, 22:13:56 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Dahnil Anzar
Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menawarkan dua langkah penting untuk menyelesaikan masalah pembantaian oleh KKB Papua. Pertama, pemerintah diminta tegas untuk menindak KKB. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Pembantaian yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua mengundang keprihatinan di seluruh penjuru negeri. Setidaknya, kasus ini telah menewaskan puluhan pekerja proyek Trans Papua dan prajurit TNI.

Koordinator Juru Bicara Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak menawarkan dua langkah penting untuk menyelesaikan masalah pembantaian oleh KKB Papua. Pertama, pemerintah diminta tegas untuk menindak kelompok yang telah melakukan aksi biadab tersebut.

OPM
Tentara Nasional Pembebasan Papua Barat saat berpose di depan markasnya. (Facebook TNPPB)

"Tentu harus ada penindakan yang tegas terhadap pembunuhan tersebut, negara tidak boleh kalah oleh saparatisme dimana saja, termasuk di Papua," kata Dahnil kepada JawaPos.com, Kamis (6/12).

Selanjutnya, kata dia, pemerintah harus menuntaskan akar masalah ihwal kenapa KKB Papua tega melakukan pembantaian. Dia menduga motifnya antara lain mengenai ketidakadilan dan kesejahteraan ekonomi.

"Akar masalahnya adalah ketidakadilan dan kesejahteraan. Proses komunikasi dengan pendekatan atropologis yang memahami kultur Papua penting dilakukan dengan terus memperbaiki akar masalah yakni keadilan," pungkasnya.

Diketahui, sebelumnya aparat TNI dan Polri berhasil mengevakuasi 4 orang korban selamat. Mereka adalah empat orang yang ditemukan selamat yaitu Marthinus Sampe, Jufrianto, Irawan dan Jhon. Saat diselamatkan tim evakuasi TNI/Polri keempatnya dalam kondisi mengalami luka tembak.

Pantauan Cenderawasih Pos (JawaPos Grup) di lapangan para korban sudah dievakuasi ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya menggunakan helikopter. Helikopter yang membawa korban itu dari Distrik Mbua tersebut mendarat di Mako Batalyon Infanteri Raider 756/Wimane Sili sekira pukul 18.30 WIT.  Korban selamat ini langsung dilarikan ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes A.M Kamal mengakui adanya empat warga yang ditemukan tim evakuasi di Distrik Mbua. "Empat orang masyarakat yang luka-luka ini adalah korban penembakan yang berhasil meloloskan diri saat terjadi penyerangan oleh KKB,” ungkapnya kepada wartawan, kemarin.

Dikatakannya, empat warga yang berhasil meloloskan diri ini memilih menyelamatkan diri ke Mbua. Sebab mereka tahu bahwa jalur Mbua merupakan perjalanan yang aman menuju Wamena.

Hingga Selasa malam (4/12), sebut Kamal, Tim evakuasi masih berada di Distrik Mbua. “Anggota saat ini masih ada di Mbua. Mereka ini telah diploting untuk masuk ke titik-titik pembantaian yang dilakukan oleh KKB,” tuturnya.

Disebutkannya, TKP penembakan terhadap para pekerja proyek ini tidak berada di satu lokasi tetapi di beberapa lokasi pembangunan jembatan. "Kelompok ini melakukan penyerangan di camp karyawan sehingga ada beberapa karyawan yang berhasil meloloskan diri,” tambahnya.

Rencananya Rabu pagi masih ada anggota TNI dan Polri yang akan dikirim untuk mempertebal kekuatan personel yang sudah diturunkan untuk melakukan evakuasi.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up