JawaPos Radar | Iklan Jitu

Meski Komposisinya Kurang Ideal, DPR Loloskan 7 Komisioner Baru LPSK

05 Desember 2018, 22:15:39 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Desmon J Mahesa
Wakil Ketua Komisi III Desmon J Mahesa memimpin fit and proper test Komisioner LPSK. (jpnn/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengalami perubahan susunan kepemimpinan. Ketua yang lama digantikan dengan yang baru. Sebanyak 14 calon pengurus barunya telah melalui fit and proper test atau uji kelayakan di DPR RI. 

Komisi III DPR sebagai mitra kerja LPSK telah memilih tujuh orang anggota atau komisioner baru untuk menjabat sebagai komisioner. Hal ini sesuai keputusan bersama setelah uji kelayakan.

"Berdasarkan keputusan, lobi-lobi, telah disepakati tujuh orang yang terpilih, terlepas dari kekurangan dan kelebihan," kata Wakil Ketua Komisi III Desmon J Mahesa saat rapat di Ruang Komisi III DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (5/12).

Mereka yang terpilih adalah Hasto Atmojo Seroyo, Brigjen Pol Achmadi, Antonius Prijadi Soesilo Wibowo, Edwin Partogi Pasaribu, Livia Istania Iskandar, Maneger Nasution dan Susilaningtyas. 

Namun dari pemilihan tujuh komisioner ini ternyata menyisakan catatan yang kurang sedap. Dua di dari 7 kriteria sebagai komisioner LPSK yang sesuai Undang-undang Nomor 13 Tahun 2006 tidak terpenuhi. Yakni, pada aspek perwakilan eks Kejaksaan dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. 

"Kepolisian Kemenkum HAM kejaksaan akademisi advokat dan LSM. Tapi ternyata unsur eks Kejaksaan dan Kumham yang dikirim pansel ke sini enggak ada," ungkap anggota Komisi III, Arsul Sani di tempat sama.

"Sehingga tadi perdebatannya apakah kita memilih lima saja lalu mengembalikan sisanya dan meminta pansel untuk menyusul mengirimkan empat lagi. Atau kita tetep seperti semula," sambungnya. 

Namun, dengan segala pertimbangannya, Komisi III tetap mengesahkan 7 komisioner baru untuk LPSK. Meski kurang memenuhi unsur yang tertera dalam Undang-Undang dibarapkan tidak akan menggangu kinerja LPSK di periode kepemimpinan yang baru.

"Karena sebagian kami terjemahkan itu komposisi ideal, bukan keharusan. Kita harus berprasangka baik juga ke pansel. Bisa aja mereka tidak kirimkan dua unsur itu karena memang tidak ada yang memenuhi kualifikasi atau tidak ada pelamarnya dari dua unsur itu," tandas Arsul.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up