JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kata Anak Mantan Bos BIN, Korupsi Stadium 4 Karena Ada Kader Gerindra

05 Desember 2018, 16:53:13 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Diaz Hendropriyono
Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengatakan, jangan salah kader Parai Gerindra juga ada yang melakukan korupsi. Sehingga korupsi banyak saat ini karena ada kader Gerindra juga. (Gunawan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Korupsi di Indonesia sudah mencapai stadium empat. Pernyataan itu seperti yang dikatakan oleh calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto. 

Menanggapi itu, Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) Diaz Hendropriyono mengatakan, jangan salah kader Parai Gerindra juga ada yang melakukan korupsi. Sehingga korupsi banyak saat ini karena ada kader Gerindra juga.

"Jadi kalau bilang stadium empat, jangan sampai lupa ada juga kader Gerindra yang terlibat korupsi," ujar Diza di Novotel Hotel, Jakarta, Rabu (5/12).

Karena itu, Diaz meminta Prabowo lebih dulu berkaca sebelum mengeluarkan pernyataan politik. Karena ada kader-kadernya yang terlibat korupsi atau berurusan dengan KPK.

"Jadi ya tidak patut berbicara s‎tadium empat kalau masih ada kadernya yang berkontrubusi di situ," katanya.

Anak dari mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono ini menabahkan, di era Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebetulnya indeks persepsi korupsi turun. Bahkan lebih baik dari era Presiden Indonesia ke-5 Megawati Soekarnoputri.

"Jadi kalau dibilang stadium empat, orde baru lebih stadium lagi, saya enggak tahu stadium berapa," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, saat berpidato di Singapura, Prabowo mengatakan elite pemerintahan Indonesia yang sarat korupsi dan suap-menyuap. Dalam The World in 2019 Gala Dinner di Hotel Grand Hyatt, Prabowo mengatakan korupsi di Indonesia sudah seperti kanker stadium empat. 

Dalam pidatonya, kata Prabowo, didasarkan pada data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pejabat yang korupsi tak cuma di kalangan elite politik, tapi juga menteri hingga hakim. 

Prabowo menjelaskan kondisi itu mengakibatkan jurang kesenjangan sosial akar rumput dan pejabat yang sarat rasuah semakin lebar. Karena itu, mantan Danjen Kopassus itu menyebut angka kemiskinan rakyat Indonesia meningkat.‎

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up