JawaPos Radar | Iklan Jitu

Intoleransi Menguat, Dukungan Pada Pancasila Menurun

05 Desember 2018, 23:15:03 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Pelatihan Jubir Pancasila
Sejumlah peserta Pelatihan Juru Bicara Pancasila di Makassar saat sedang berkelompok untuk berdiskusi membahas isu intoleransi. (KBI for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Perbedaan agama, suku, ras dan bahasa di Indonesia merupakan kekayaan luhur sekaligus potensi besar bagi negeri ini. Karena keragaman itu, adalah modal untuk menjadi bangsa besar.

Itu diungkapkan oleh fasilitator pelatihan Juru Bicara Pancasila Milastri saat memberikan sambutan acara di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.   

Indonesia untuk menjadi bangsa yang maju dan kuat. Hal ini ditegaskan oleh Milastri, Fasilitator pelatihan juru bicara Pancasila, saat pembukaan pelatihan di Makassar Jumat (30/11).

“Bagaimana pun, negara Indonesia ini dibangun di atas keberagaman masyarakat di dalamnya. Dari dulu, keragaman tersebut justru menjadi penguat pondasi bernegara.” Tegas Milastri.

Namun sekarang, keberagaman ini justru dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan. Oleh karenanya, lanjut Milastri, kini muncul banyak pemikiran-pemikiran intoleran yang merasa keyakinannya lebih baik dari keyakinan yang lain, atau kelompoknya lebih baik dari kelompok lain.

"Saya pikir pandangan semacam ini menjadi salah satu faktor yang membuat kecintaan terhadap Pancasila kian menurun," paparnya.

Terbukti, dalam survei LSI Denny JA, bisa kita temukan dukungan terhadap Pancasila semakin menurun tiap tahunnya. Pada 2015, dukungan masyarakat kepada Pancasila mencapai 85,2 persen dan pada 2018 menjadi 75.3 persen atau menurun sampai 10 persen.

"Di sisi lain, ada pemikiran lain yang menguat, yakni dukungan pada NKRI bersyariah yang terus bertambah, kini mencapai 13,2 persen pada 2018 dari awalnya 4,6 persen pada 2005 atau bertambah sebanyak 9 persen.” Tambah Milastri.

Berangkat dari hal itu, Komunitas Bela Indonesia (KBI) mengawal peneguhan ideologi Pancasila dengan menyelenggarakan Pelatihan 1000 Juru Bicara Pancasila di 25 Kota di Indonesia, salah satunya di Kota Makassar.

Diketahui, pelatihan juru bicara Pancasila yang dilaksanakan di Jolim hotel, Kota Makassar dari Jumat, 30 November – 3 Desember ini dihadiri oleh peserta dari berbagai latar belakang, seperti: aktivis mahasiswa, mubaligh/pendeta, aktivis komunitas, pegiat literasi, jurnalis, dan dosen. Selain dari Sulawesi Selatan, pelatihan ini juga dihadiri oleh peserta dari Kalimanta Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara dan Maluku Utara.

“Dengan mengikuti pelatihan juru bicara Pancasila ini, diharapkan akan tumbuh banyak juru bicara Pancasila yang mumpuni dan mampu membumikan kembali nilai-nilai Pancasila sehingga dukungan masyarakat kepada Pancasila akan kembali menguat, sekecil apa pun,” pungkasnya.

(jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up