JawaPos Radar | Iklan Jitu

Fadli Zon Anggap Curhatan Prabowo soal Reuni 212 Wajar

05 Desember 2018, 17:13:12 WIB | Editor: Imam Solehudin
Fadli Zon
Wakil Ketua DPR, Fadli Zon sepakat dengan pernyataan Ketua Umumnya, Prabowo Subianto. Yakni berkaitan dengan adanya sejumlah media yang tak memberitakan aksi 212. (Dok.JawaPos)
Share this

JawaPos.com - Calon Presiden (Capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto menyoroti peran sejumlah media massa yang dinilainya tidak sesuai kaidahnya. Hal ini terkait penyelenggaraan Reuni Akbar Alumni 212 yang tidak banyak disorot media kondang.

Menanggapi itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon mengaku belum mendengar langsung pernyataan Ketua Umumnya tersebut. Hanya saja dia sependapat jika ada media massa yang tidak melaksanakan standar jurnalistik sebagaimana mestinya.

"Saya belum dengar persis yang disampaikan pak Prabowo, tapi saya kira yang dimaksud mungkin adalah ada sejumlah media yang tidak menjalankan prosedur standar jurnalistik terkait peristiwa besar," ujar Fadli di komplek DPR RI Senayan, Jakarta, Rabu (5/12).

Fadli menilai bahwa reuni 212 merupakan sebuah hajat besar. Maka secara kaidah pemberitaan memenuhi unsur kelayakan, sehingga seharusnya menjadi sorotan besar media massa.

Selain itu, ucapan Prabowo itu sendiri dianggap Fadli sebagai sindiran terhadap pemberitaan yang menulis reuni 212 tidak sesuai pada faktanya. Seperti dari jumlah peserta yang hadir.

"Bisa juga terkait jumlah atau apa yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang terjadi saya kira itu," sambungnya.

Namun, saat ditanya media mana saja yang dimaksud Prabowo, Fadli mengaku belum tahu pasti. "Ya belum tahu, saya kira nanti bisa kita lihat kalau misalnya ada ngumpul orang jutaan kemudian disebut puluhan ribu itu bisa sebuah kebohongan juga," pungkasnya.

Sebelumnya, Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyesalkan peran media yang sedikit menyoroti Reuni Akbar Alumni 212 yang diselenggarakan di sejumlah titik ibu kota, Minggu (2/12). Padahal, acara itu ditaksir telah dihadiri oleh jutaan umat Islam di Indonesia.

"Ada acara besar di Monas, hadir jutaan orang, tapi banyak media di Indonesia tidak melihatnya, ini aneh bin ajaib," kata Prabowo dalam pidatonya di acara Peringatan Hari Disabilitas ke-26 di Jakarta, Rabu (5/12).

"Pertama kali jutaan umat berkumpul tanpa dibiayai siapapun. Hebatnya, media-media kondang, objektif dan bertanggung jawab untuk membela demokrasi, justru mereka memanipulasi demokrasi," tegasnya.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up