JawaPos Radar | Iklan Jitu

31 Pekerja Dibantai OPM, Komisi I DPR: TNI Harus Terlibat

05 Desember 2018, 16:19:38 WIB | Editor: Dimas Ryandi
TPNPB
Pasukan OPM saat memamerkan senjata beratnya. Mereka tergabung dalam TPNPB. (facebook TPNPB)
Share this

JawaPos.com -Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi menilai pembataian 31 pekerja di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM), sudah masuk definisi terorisme. Pasalnya, kelompok bersenjata itu sudah menebarkan ketakutan masyarakat.

"Kejadian pembantaian 31 pekerja di Papua oleh OPM, sudah masuk definisi terorisme, karena menebarkan rasa takut yang sistemik," kata Bobby di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (5/12).

Dalam kasus ini, Ketua DPP Partai Golkar menyarankan agar TNI ikut terlibat dalam upaya penanggulangan terorisme bersama Polri di Papua. Karena, densitas hutan yang perlu penanggulangan khusus.

"Sebab hanya infanteri TNI yang punya kemampuan Jungle Warfare (teknik tempur dan bertahan di hutan). Karean itu TNI harus terlibat di persoalan ini," katanya.

Anggota DPR dapil Sumatra Selatan II ini pun meminta agar proyek pembangunan di Papua agar melibatkan TNI Zeni. Alasanya, karena komponen biaya pembangunan jalan yang terbesar disana adalah biaya keamanan, apabila TNI diikut sertakan, tentu akan efektif dan efisien.

"Sudah dibuktikan dalam pembagunan jalan sebelumnya, support dari TNI sangat efektif dalam memenuhi tenggat waktu penyelesaian," kata Bobby.

Sebelumnya diketahui, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) atau Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan membantai 31 pekerja di Kali Yigi dan Kali Aurak Distrik Yigi Kabupaten Nduga. Ke 31 orang pekerja PT Istaka Karya dilaporkan tewas sementara satu orang lagi belum diketahui nasibnya.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up