JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Mengungkap Sisi Tersembunyi di Balik Strategi Ziarah Sandiaga Uno

04 Desember 2018, 19:18:21 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Sandiaga Uno
Cawapres nomor 02 Sandiaga Uno saat melakukan ziarah di makam keramat ulama Jakarta. (igman/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Masa kampanye pemilihan presiden telah berlangsung selama kurun waktu dua bulan terakhir. Kedua pasangan calon gencar berkeliling ke seluruh penjuru Indonesia. Namun, ada yang menarik dengan pola kampanye dari calon wakil presiden nomor urut 02 Sandiaga Uno.

Selain kampus dan pasar tradisional, mantan Wagub DKI Jakarta itu malah gencar melakukan ziarah ke berbagai makam ulama besar dan tokoh nasional yang berada di seluruh penjuru negeri.

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno dalam analisanya menyebutkan, strategi kampanye berziarah ala Sandiaga Uno memiliki tujuan ingin membingkai tradisi kelompok keagamaan tertentu.

"Ziarah kubur itu kan tradisi NU (Nahdlatul Ulama). Dengan ziarah begitu, dia (Sandi) ingin memframing kepada publik bahwa dia secara tradisi keagamaan memiliki irisan yang sama dengan NU. Biar NU ini tidak dikesankan disapu bersih ke Kyai Ma'ruf. Makanya, Sandi rajin ziarah," kata Adi kepada JawaPos.com, Selasa (4/12).

Selain itu, Adi juga menyebutkan, berziarah juga dapat menjadi tolak ukur seseorang muslim yang taat kepada agama. Sebab menurut sebagain umat Islam ziarah merupakan bagian sunnah. Itulah sebabnya, Sandi berharap bisa mendapatkan simpati dari kalangan Islam tradisional.

"Itu upaya untuk menarik kalangan Islam tradisional yang masih memegang teguh ajaran ajaran agama terutama islam," tuturnya.

Namun, strategi kampanye Sandi dianggap Adi, belum bisa mendongkel elektabilitasnya pasangannya, Prabowo Subianto di pilpres 2019 mendatang. Fakta itu sejatinya terlihat dalam temuan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) yang menunjukkan posisi paslon nomor urut 02 masih stagnan.

Di masa kampanye yang telah berlalu dua bulan, Prabowo-Sandi masih memiliki jarak elektabilitas dengan rivalnya, Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin sebesar 20 persen. Petahana masih perkasa dengan 53,2 persen suara, sedangkan paslon oposisi masih di level 31,2 persen dan 15,6 persen yang belum menentukan pilihan.

Pada Kamis (15/11) lalu, Sandi juga pernah mengungkapkan alasan kenapa dirinya kerap menargetkan ziarah dalam kegiatanya di masa kampanye. Alasannya sederhana, dirinya mengaku mengharapkan ridho Allah SWT. Bukan tentang elektabilitas di pilpres.

"Ulama, para habib-habib ini adalah tokoh-tokoh agama penyebar agama Islam pertama atau pahlawan. Kita teladani, kita harus muliakan dan kita berharap berkah dari Allah SWT dengan awali kegiatan dengan berziarah," katanya saat tengah berziarah di kawasan Jakarta Pusat.

Pernyataan Sandi pun dikuatkan oleh Suhud Aliyudin yang juga merupakan Juru Bicara Prabowo-Sandi ketika ditanya soal strategi berziarah ala Sandiaga Uno. Dia bilang, tujuan jagoannya itu berziarah tak lain untuk menghormati dan menghargai jasa-jasa tokoh bangsa.

Akan tetapi Suhud tak menampik, bahwa tokoh agama ataupun tokoh nasional yang menjadi sasaran Sandi memiliki banyak pengikut dan pengagum yang besar. Karena itu, Sandi ingin menyampaikan pesan tersirat kepada para simpatisan tokoh tempatnya berziarah tersebut.

"Kami ingin menyampaikan pesan kepada pengaggum dan pengikutnya bahwa kami menghargai dan menghormati jasa-jasa mereka," pungkas dia.

Sebagaimana diketahui, Sandiaga pernah berziarah ke beberapa tokoh terkemuka maupun tokoh agama di Indonesia. Mulai dari makam pendiri NH KH Bisri Syansuri, makam Mohammad Husni Thamrin dan Ismail Marzuki, dan makam musikus Soedjarwoto Soemarsono alias Gombloh.

Selain itu, Sandi juga pernah berziarah ke kuburan massal korban tsunami di Aceh dan para habaib-habaib seperti Habib Abu Bakar Bin Muhammad bin Umar Assegaf sampai dengan makam Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim yang juga salah satu Wali Songo yang pertama kali menyebarkan agama Islam. Selain itu, masih banyak lagi makam tokoh yang tak luput dari kunjungan Sandiaga.

(aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up