JawaPos Radar | Iklan Jitu

Pilpres 2019

Jokowi Tak Kalem Lagi, Pakar: Ia Kesal karena Merasa Tarung Sendirian

04 Desember 2018, 16:53:08 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Jokowi
Capres nomor urut 01 Joko Widodo kini mengganti gaya kamapnyenya dengan ikut-ikutan menyerang lawannya. (Dery/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Ada perubahan gaya komunikasi politik yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pilpres 2019 dengan Pilpres 2014 lalu. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu dinilai tak lagi kalem dalam menghadapi suatu isu.

Penilaian itu diungkapkan oleh Pakar Komunikasi Politik Hendri Satrio saat menjadi pembicara diskusi Selasaan yang digelar Seknas Prabowo-Sandi di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

"Pak Jokowi agak beda dengan zaman 2014 lalu. Kalau dulu kan selalu bilang rapopo, kalem," kata Hendri dalam acara diskusi di Jalan HOS Cokroaminoto, Jakarta Pusat, Selasa (4/12).

Padahal, kata Hendri, kalau teori kampanye itu sebetulnya ada tiga, yaitu claiming, defence, dan attack. Pada posisi petahana itu harus claiming dan defence. Tapi sekarang justru Jokowi malah ikut-ikutan attack alias menyerang.

Hendri tak mengetahui secara pasti alasan Jokowi yang semula berkepribadian kalem mulai ikut menggunakan gaya attack. Namun menurut dugaannya, ada dua hal yang membuat mantan partner Ahok itu mulai mengubah gaya komunikasi politiknya.

Pertama, kata dia, Jokowi tengah tertekan lantaran elektabilitasnya yang cukup bagus tetapi tidak didukung relawan yang cukup kuat. Pasalnya, sejumlah relawan yang pernah membantu Jokowi pada 2014 lalu sebagian besar telah menjadi komisaris BUMN.

"Kalau 2019 ini kan relawannya banyak yang sudah menjadi komisaris. Jadi, memang beliau sulit juga mengharapkan relawan itu. Makanya kasihan juga Pak Jokowi, sementara Pak Prabowo ada misalnya 212 dan sebagainya yang sangat militan," tuturnya.

Kedua, Hendri menyebut, Jokowi tengah merasa kesal lantaran kapasitas cawapresnya tak dapat menyokong dan melindungi prestasi pemerintahannya selama ini. Itulah sebabnya, mantan Wali Kota Solo itu kerap memainkan gaya menyerang ke lawan politiknya.

"Jokowi kesal karena merasa bertarung sendirian. Bagaimanapun dia harus melindungi prestasinya. Karena Ma'ruf Amin ini blunder juga, Oktober dia bilang esemka, ternyata blunder," ucapnya.

"Akhirnya Mas Sandi pegang pete, Pak Jokowi pegang pete juga. Mas Sandi senang, Pak Jokowi senang juga. Pasti andalan terakhir beliau itu adalah kebijakan. Jadi jangan kaget, banyak bansos gratisan yang akan dikeluarkan di 2019," sambungnya.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up