JawaPos Radar | Iklan Jitu

Koalisi Jokowi Yakin Reuni 212 Digelar untuk Dukung Prabowo

03 Desember 2018, 15:11:59 WIB | Editor: Estu Suryowati
Koalisi Jokowi Yakin Reuni 212 Digelar untuk Dukung Prabowo
Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani meyakini perhelatan Reuni Akbar 212 memang dimaksudkan untuk mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. (Issak Ramadhani/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin, Arsul Sani meyakini perhelatan Reuni Akbar 212 memang dimaksudkan untuk mendukung pasangan capres dan cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Prabowo memang hadir dalam Reuni Akbar 212 yang dilakukan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), pada Minggu (2/1) kemarin.

"Kalau bagi kami itu sudah jelas bahwa forum reuni itu memang dimaksudkan untuk mendukung pencapresan Pak Prabowo. Apakah itu dimaknai sebagai kampanye, ya silakan masyarakat yang menilai," ujar Arsul saat dikonfirmasi, Senin (3/11).

Di sisi lain, dia yakin dukungan besar pada Reuni Akbar 212 ini tak membuat elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) dan Ma'ruf Amin turun. Pasalnya elektabilitas pasangan calon tidak ada yang bisa mengetahuinya.

"Nggak juga. Kalau soal elektabilitas itu sesuatu yang sifatnya dinamis. Pak Jokowi bisa naik bisa turun. Pak Prabowo juga bisa naik bisa turun. Jadi, nggak ada cerita menggerus elektabilitas," katanya.

Namun demikian Arsul berpendapat perhelatan Reuni Akbar 212 itu kental aroma politik. Terlebih ada unsur kampanye yang mengajak peserta aksi memilih Prabowo Subianto pada 2019 mendatang.

"Bagi sebagian orang termasuk di kami juga menilai aroma politiknya itu begitu kental, unsur kampanyenya juga ada," pungkasnya.

Sekadar informasi dalam Reuni Akbar 212 ini diketahui banyak peserta yang meneriakkan Prabowo Subianto bisa menjadi Presiden Indonesia menggantikan Jokowi. Dalam agenda tersebut, juga diputar lagu #2019GantiPresiden dari mobil-mobil yang menggunakan pengeras suara, meski kemudian distop.

Selain itu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyerukan supaya di 2019 Indonesia memiliki kepala negara baru. Termasuk jangan memilih partai yang mendu‎kung penista agama.

(gwn/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up