Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 26 Januari 2024 | 06.01 WIB

Cermati Pidato AHY, Pakar Komunikasi Anggap Penting di Saat Banjir Gimik Politik

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  saat  menyampaikan pidato politikdi Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (14/3/2023). - Image

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menyampaikan pidato politikdi Tennis Indoor Senayan, Jakarta, Selasa (14/3/2023).

 

JawaPos.com - Kalangan pakar komunikasi politik menilai, pidato politik Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dianggap sebagai terobosan menyegarkan di tengah hiruk pikuk kampanye Pemilu 2024.

"Saya pikir Ditengah kampanye yang riuh dengan gimmick dan hiburan, political show dengan format pidato ini terasa sebagai udara segar dalam proses politik di negeri ini," kata pakar politik Dr. Sufyanto, 

Menurut Sufyanto, publik menjadi tahu secara gamblang soal apa saja visi dan program-program yang ditawarkan oleh partai. 

"Kita jadi tahu apa yang Demokrat tawarkan pada masyarakat, dengan cara penyajian yang enak ditonton dan perlu," imbuhnya. 

Diketahui, AHY sudah dua kali menyampaikan pidato politik yang disiarkan serentak di empat stasiun televisi nasional. Pertama tentang kesejahteraan untuk semua, yang ditayangkan tanggal 12 Januari. Kedua, tentang pertahanan, keamanan dan kerjasama internasional yang bertajuk Indonesia Kuat, Maju dan Makin Berperan di Dunia, pada 18 Januari lalu.

Sufyanto menjelaskan, Pidato pertama menguraikan bagaimana Demokrat kelihatannya memang memprioritaskan soal kesejahteraan rakyat, sebagai ujung tombak program-program kerja yang akan dilakukannya jika nanti menjadi bagian dari pemerintahan yang berkuasa.

"Ini merefleksikan pencapaian-pencapaian pada era Presiden SBY, yang sebagian masih diteruskan oleh pemerintah Presiden Jokowi, meski dengan nama yang berbeda. Sangat masuk akal bagi AHY untuk meneruskan program-program yang sudah baik dan diterima masyarakat itu," jelas pengamat politik lulusan Universitas Airlangga yang akrab dipanggil Sufi ini.

Menurutnya, pada pidato kedua, kelihatannya ini memang area of expertise AHY. Hal ini ditunjukan dengan uraiannya runtut, sistematis, dan yang menarik, dibahasakan secara populer, sehingga audiens muda yang hadir, terlihat tekun menyimak dan antusias, padahal ini topik yang terbilang berat.

"Seperti di pidato pertama, AHY kembali menekankan pencapaian-pencapaian di bidang pertahanan, keamanan dan kerjasama internasional pada era Presiden SBY, termasuk upgrading besar-besaran alat-alat utama sistem persenjataan (alutsista) serta meningkatkan kesejahteraan anggota TNI maupun Polri, dengan menaikkan gaji mereka sembilan kali, dengan total kenaikan 112 persen," ungkap Sufi.

Sufi juga menjelaskan, dalam pidato kali ini, bisa lihat pembuktian kenapa dulu AHY sering disebut sebagai perwira dengan jalur karir fast-track, seperti yang diungkapkan Panglima TNI Gatot Nurmantyo waktu itu. 

"Kelihatan sekali pemahaman dan passion AHY dalam bidang pertahanan, keamanan dan kerjasama internasional. Tanpa berkedip dan dengan fasih, AHY menguraikan kenapa kita butuh pertahanan dan keamanan yang kuat, dan, yang lebih penting, bagaimana melakukannya. Topik yang berat jadi mudah dipahami, dan meminjam istilah anak sekarang, relate dengan anak-anak muda yang hadir," papar Sufi.

"Dari sisi kajian perilaku politik, antusiasme anak-anak muda yang hadir menarik untuk dicermati. Ini membantah anggapan bahwa anak-anak muda hanya suka topik-topik yang receh. Terbukti, mereka tertarik dengan topik-topik yang berat dan cukup abstrak seperti pertahanan, keamanan dan kerjasama internasional, ketika dibawakan dengan cara yang menarik, mudah dipahami dan passionate, seperti yang dilakukan AHY," jelas Sufi.

Meski demikian, Sufi memberi catatan tentang bahasa AHY yang masih cenderung formal dan mengikuti pakem baku. "Kalau mas AHY bisa membuat bahasanya menjadi lebih cair, dengan idiom dan analogi yang lebih populer, serta bertutur, niscaya akan lebih bagus lagi," kata Sufi memberikan umpan balik.

"Tapi apa yang sudah dilakukan mas AHY ini sudah sangat baik, dan tidak terlihat dilakukan politisi lain, termasuk yang lebih muda dari mas AHY. Ini tradisi politik yang bagus. Andaikan politisi lain mau melakukan political show seperti ini," kata Sufi.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore