Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 22 Januari 2024 | 13.15 WIB

Ganjar dan Mahfud Pamer Baju Ramah Lingkungan yang Terbuat dari Kapas

 

Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD mengenakan baju ramah lingkungan karya anak bangsa usai debat keempat Pilpres 2024

 
JawaPos.com - Calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD mengenkan baju ramah lingkungan karya anak bangsa usai debat keempat Pilpres 2024. Menurut Mahfud, baju yang dikenakannya merupakan bukti nyata dirinya dan Ganjar Pranowo sebagai pasangan yang peduli terhadap kelangsungan lingkungan.
 
“Baju yang saya pakai bersama Pak Ganjar ini merupakan aksi nyata. Izinkan saya bercerita tentang perjalanan baju ini. Baju ini terbuat dari kapas yang mudah terurai secara alami kapas ini ditanami oleh petani perempuan di Tuban Jawa Timur dengan teknik tumpang sari tanpa menggunakan bahan kimia,” kata Mahfud di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Minggu (21/1) malam.
 
Mahfud menjelaskan, baju tersebut membawa harapan para pembuatnya yakni kelompok perempuan Indonesia untuk merawat Ibu Pertiwi dari kerusakan lingkungan. Dia berujar, baju itu terbuat dari kapas yang diproduksi menjadi benang dan ditenun secara manual menjadi sehelai kain pewarnaan menggunakan pewarna alami.
 
“Jadi baju ini menghindari penggunaan 2,5 juta liter bahan kimia. sementara kancingnya diproduksi di Makassar,” ungkap Mahfud.
 
Mahfud mengutarakan, kain yang sudah dipanen dari kapas dan ditenun menjadi benang dijahit oleh ibu-ibu di desa Badung Bali. Sehingga menggambarkan semangat dan kerja keras.
 
 
“Ini memberikan penghidupan yang lebih baik bagi keluarganya di masa depan di mana 100 persen dari mereka menerima upah yang layak,” urai Mahfud.
 
Menurutnya, dibutuhkan waktu selama enam bulan untuk tumbuh, menenun dan menjahit baju. Proses ini telah menebarkan dampak positif untuk 1500 kehidupan terdiri dari petani hingga penjahit.
 
“Baju ini juga berhasil memproduksi 80 ton CO2 dan menggenerasi 30 hektare lahan melalui daur ukang sampah dan mengubah tanah kering menjadi agroforestri,” pungkas Mahfud.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore