Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Agustus 2023 | 00.09 WIB

PDIP Minta Elite Politik Tak Benturkan Presiden Jokowi dengan Megawati

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi  bersiap menghadiri acara perayaan HUT PDIP ke-50, Selasa, (10/1/2023). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Presiden Jokowi bersiap menghadiri acara perayaan HUT PDIP ke-50, Selasa, (10/1/2023). Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

 
JawaPos.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah meminta, seluruh pihak untuk tidak membenturkan hubungan Megawati Soekarnoputri dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dugaan itu muncul, terkait Presiden Jokowi yang diduga ingin mencalonkan putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka menjadi bakal calon wakil presiden (cawapres) Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto pada Pilpres 2024.
 
"Jangan membentur-benturkan Ibu Mega dengan Pak Jokowi, dalam hal ini hentikan. Enough is enough," kata Said di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (29/8).
 
Elite PDIP ini meyakini, Gibran tak akan bertindak searogan itu, apalagi menjadi pendamping Prabowo Subianto pada pesta demokrasi 2024.
 
 
"Tidak ada dipikiran itu Mas Gibran akan melangkah ke partai lain karena ibu (Megawati) itu sangat mencintai Pak Jokowi berserta keluarga dan Mba Puan menegaskan Pak Jokowi adalah anak yang tidak terpisahkan dengan Ibu Mega," tegas Said. 
 
Sebab, Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI ini mengakui, partainya memang sedang mempertimbangkan sosok Gibran menjadi bakal cawapres. Hal ini sebagaimana pernah diungkapkan Ketua DPP PDIP Puan Maharani.
 
"Loh Mba Puan bahkan menyandingkan Ganjar dan sudah memberikan pernyataan bisa saja Ganjar-Gibran itu pernyataan Mba Puan," papar Said. 
 
 
Namun, ia menekankan jika ingin memasangkan Gibran dengan Ganjar harus menunggu putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Mengingat, saat ini Undang-Undang tahun 2017 tentang Pemilu yang mengatur batasan usia minimal capres-cawapres 40 tahun, sedang digugat untuk diubah menjadi 35 tahun.
 
"Tentulah kan kita tidak boleh melanggar, katanya suruh taat konstitusi, masa kita melanggar konsistusi sendiri. Kita tunggu semua," pungkas Said. 
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore