
Wishnutama (Dery)
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada satu mobil dengan bos Net TV Whisnutama Kusubandio dan mantan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Erick Thohir. Mereka berangkat bersama untuk menghadiri acara pembubaran TKN di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, Jumat (26/7).
Namun, Whisnutama mengatakan, dirinya tidak membahas apa-apa bersama Jokowi. Bahkan dia menegaskan, tidak berambisi menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf Amin.
"Enggak ada (isyarat jadi Menteri atau Ketua Lembaga). Saya enggak punya cita-cita jadi menteri," ujar Whisnutama.
Ia mengaku lebih senang dengan pekerjaan yang ia geluti di televisi. Sehingga dirinya tidak berambisi untuk bisa masuk ke jajaran kabinet. "Passion saya mas tahu, kira-kira apa? Enggak usaha saya jelasin. Seperti show," katanya.
Whisnutama juga tidak ingin berandai-andai mengenai nasibnya ke depan. Misalnya Presiden Jokowi mengajaknya menjadi menteri. Dia menjalani saja apa yang ia kerjakan saat ini.
"Karena saya enggak ada cita-cita, jadi saya enggak perlu berandai-andai," ungkapnya.
Bahkan menurut Whisnutama, tidak ada usulan mengenai dirinya bakal menjadi salah satu menteri di kabinet Jokowi-Ma'ruf. "Enggak ada, enggak ada. Enggak pernah," pungkasnya.
Sementara itu, Jokowi mengungkapkan, dirinya sudah meminta partai politik koalisinya untuk mengajukan nama-nama kadernya untuk bisa menjadi kandidat calon menteri di pemerintahannya.
Namun menurutnya, banyak partai politik pendukungnya yang belum menyodorkan nama kadernya. Sehingga belum ada pembicaraan mengenai pembagian jatah menteri
"Sudah diminta tapi banyak yang belum ngasih," ujar Jokowi.
Jokowi membeberkan kriteria calon menteri yang akan membantunya menjalankan pemerintahan bersama dengan Ma'ruf Amin. Calon menterinya harus memiliki keberanian dalam mengelola lembaga yang dipimpin.
"Eksekutor kuat, tahu manajemen, artinya manajerialnya baik. Memliki keberanian dan urusan yang lain-lain masalah integritas dan lain-lain," katanya.
Namun, Jokowi menegaskan, dirianya akan lebih dulu berdiskusi dengan para ketua umum partai politik pendukungnya. Sehingga tunggu saat momen yang tepat baru akan mengumumkan nama-nama kabinetnya.
"Kita belum bicara. Jadi ya belum," ungkapnya.
Mengenai pembagian jatah menteri antara profesional dengan dari partai politik. Jokowi mengatakan masih menunggu diskusi dengan ketua umum partai koalisinya.
Sekadar informasi, setidaknya ada sepuluh partai politik pendukung Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 lalu. Mereka adalah PDIP, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, PSI, Perindo, PKPI, dan PBB.
Saat ini koalisi pun semakin dinamis. Sebab tiga partai seperti Gerindra, Demokrat dan PAN menunjukan ketertarikannya bisa bergabung dan membantu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. (Gunawan Wibisono)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
