← Beranda

Brasil U-17 vs Iran U-17 di Piala Dunia, Juara Bertahan Dibentengi Jebolan Akademi Ronaldinho

Taufiq ArdyansyahSabtu, 11 November 2023 | 22.33 WIB
JUARA BERTAHAN: Skuad timnas U-17 Brasil berlatih di lapangan A kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, tadi malam.

JawaPos.com – Sejak Piala Dunia U-17 diadakan untuk kali pertama pada 1985, Iran sudah empat kali lolos ke putaran final. Tapi, prestasi terbaik mereka baru sampai perempat final.

Pada Piala Dunia U-17 2001 Trinidad dan Tobago, langkah mereka terhenti di fase grup.

Lalu, pada Piala Dunia U-17 2009 Nigeria dan Piala Dunia U-17 2013 Uni Emirat Arab, Iran sampai babak 16 besar. Capaian tertinggi mereka didapat pada Piala Dunia U-17 2017 di India.

Pelatih Brasil U-17 Phelipe Leal sudah mempelajari histori Iran dalam empat kiprah di putaran final tersebut. Menurut dia, meski tidak pernah menembus empat besar, capaian Iran itu menjadi bukti bahwa mereka sangat tidak bisa dipandang sebelah mata.

Karena itu, saat Brasil U-17 sebagai juara bertahan bertemu Iran U-17 malam ini di Jakarta International Stadium, Leal mengingatkan semua anak buahnya agar berhati-hati. "Iran adalah tim yang cukup kuat secara fisik. Kami sudah menganalisis permainan mereka," ujar Phelipe di Stadion Madya, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, tadi malam.

Phelipe menambahkan, tantangan yang dihadapi Brasil malam ini bukan saja kekuatan lawan. Menurutnya, para pemain juga harus bisa mengatasi rasa nervous. Rasa tersebut akan ada dalam setiap pertandingan perdana di sebuah turnamen.

"Faktor psikologis juga menentukan. Karena itu, tanpa mengecilkan negara-negara lain seperti Kaledonia Baru dan Inggris, Iran akan menjadi lawan berat," tegasnya.

Vitor Reis menjadi pemain yang diproyeksikan tampil dalam laga melawan Iran malam ini. Dia bek jebolan akademi sepak bola milik Ronaldinho, R 10. Reis mengungkapkan, ilmu yang didapat dari akademi tersebut menjadi bekal bagus bagi perjalanan kariernya.

"Pengalaman itu sangat membantu. Saya berterima kasih atas perkembangan yang didapat dari akademi itu. Sekarang waktunya saya membuktikan di Piala Dunia U-17 untuk bisa melompat lebih jauh," tuturnya.

Reis mengungkapkan, persiapannya secara individu maupun tim jelang laga melawan Iran sama sekali tidak menemui kendala. Dia pun merasa enjoy dengan cuaca di Jakarta. "Kondisi kami cukup sempurna. Saya bahagia bisa ada di sini. Piala Dunia U-17 akan saya manfaatkan untuk mengeluarkan kemampuan terbaik," tegasnya.

Dalam pertandingan malam ini, Reis meyakini Iran akan memberikan perlawanan ketat. Menurut dia, setiap tim lawan pasti akan berusaha mengalahkan juara bertahan. Dan, memikul predikat juara bertahan sangat tidak mudah.

"Pasti ada beban. Tapi, kami akan mencoba menikmatinya. Apalagi, skuad juara saat itu berbeda dengan sekarang. Kami akan bekerja keras di pertandingan pertama besok (hari ini, Red)," terangnya.

Sementara itu, pelatih Iran U-17 Abdi Hossein menilai Brasil sebagai lawan kuat. Tapi, dia tidak mau para pemainnya merasa kalah sebelum berperang. Dia pun akan coba memberikan kejutan. "Kita lihat apa yang akan terjadi saat melawan Brasil," ucapnya. (fiq/c17/ttg)

EDITOR: Ilham Safutra