alexametrics
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya
hut surabaya ke-729, parade budaya

Semarak Menyambut HUT Surabaya

30 Mei 2022, 18:11:05 WIB

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DITE SURENDRA/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DITE SURENDRA/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DITE SURENDRA/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DITE SURENDRA/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DITE SURENDRA/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DITE SURENDRA/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (DIPTA WAHYU/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (ALFIAN RIZAL/JAWA POS)

Menyemarakkan HUT Kota Surabaya ke-729, sejumlah acara digelar, di antaranya Pawai Bunga dan Budaya (Surabaya Vaganza). Pawai digelar dengan start dari Siola Jalan Tunjungan hingga ke Alun-Alun Surabaya, pada Sabtu (28/5) sore hingga malam. Kegiatan spektakuler ini sempat vakum selama dua tahun karena pandemi Covid-19. Peserta parade budaya, ada 10 komunitas beranggotakan hingga ratusan orang yang mengikuti parade tersebut. Beberapa komunitas yang ikut dalam parade budaya itu adalah komunitas Papua, Tionghoa, Minang, dan beberapa komunitas lainnya. (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Close Ads