alexametrics
Latihan Pengamanan Perbatasan Sistem Senjata Armada Terpadu
Latihan Pengamanan Perbatasan Sistem Senjata Armada Terpadu
Latihan Pengamanan Perbatasan Sistem Senjata Armada Terpadu
Latihan Pengamanan Perbatasan Sistem Senjata Armada Terpadu
Latihan Pengamanan Perbatasan Sistem Senjata Armada Terpadu

Latihan Pengamanan Perbatasan Sistem Senjata Armada Terpadu

24 Januari 2017, 05:58:58 WIB

Pasukan Kopaska ketika melakukan simulasi pembebasan sandra dengan sekenario salah satu anggotanya terkena tembak kemudian dievakuasi menggunakan helikopter pada Latihan Pratugas 2017 pengamanan perbatasan dalam rangka menegakan kedaulatan NKRI oleh TNI AL dengan membantuk tim satgas operasi pengamanan perbatasan Malindo (satgas operasi "perisai ambalat") dan Philindo (satgas operasi "perisai kawanua") guna mencagah, menindak serta meniadakan setiap kemungkinan timbulnya gangguan dan ancaman diwilayah tersebut. Latihan tersebut melibatkan tujuh KRI di perairan laut Karimunjawa yaitu KRI Ahmad Yani-351, KRI Fatahillah-361, Kapal Selam KRI Nanggala-402, KRI Tongkol-813, KRI Hiu-634, KRI Ajak-653 dan KRI Sura-802 (21/01/17). (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Pasukan Kopaska ketika melakukan simulasi pembebasan sandra dengan sekenario salah satu anggotanya terkena tembak kemudian dievakuasi menggunakan helikopter pada Latihan Pratugas 2017 pengamanan perbatasan dalam rangka menegakan kedaulatan NKRI oleh TNI AL dengan membantuk tim satgas operasi pengamanan perbatasan Malindo (satgas operasi "perisai ambalat") dan Philindo (satgas operasi "perisai kawanua") guna mencagah, menindak serta meniadakan setiap kemungkinan timbulnya gangguan dan ancaman diwilayah tersebut. Latihan tersebut melibatkan tujuh KRI di perairan laut Karimunjawa yaitu KRI Ahmad Yani-351, KRI Fatahillah-361, Kapal Selam KRI Nanggala-402, KRI Tongkol-813, KRI Hiu-634, KRI Ajak-653 dan KRI Sura-802 (21/01/17). (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Helikopter Basarnas yang diawaki pilot TNI AL dalam simulasi pembebasan sandera dengan skenario salah satu seorang anggotanya tertembak kemudian dievakuasi dalam Latihan Pratugas 2017 pengamanan perbatasan untun menegakan kedaulatan NKRI oleh TNI AL dengan membantuk tim satgas operasi pengamanan perbatasan Malindo (satgas operasi "perisai ambalat") dan Philindo (satgas operasi "perisai kawanua") guna mencagah, menindak serta meniadakan setiap kemungkinan timbulnya gangguan dan ancaman diwilayah tersebut. Latihan tersebut melibatkan tujuh KRI di perairan laut Karimunjawa yaitu KRI Ahmad Yani-351, KRI Fatahillah-361, Kapal Selam KRI Nanggala-402, KRI Tongkol-813, KRI Hiu-634, KRI Ajak-653 dan KRI Sura-802 (21/01/17). (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Latihan Pratugas 2017 pengamanan perbatasan dalam rangka menegakan kedaulatan NKRI oleh TNI AL dengan membantuk tim satgas operasi pengamanan perbatasan Malindo (satgas operasi "perisai ambalat") dan Philindo (satgas operasi "perisai kawanua") guna mencagah, menindak serta meniadakan setiap kemungkinan timbulnya gangguan dan ancaman diwilayah tersebut. Latihan tersebut melibatkan tujuh KRI di perairan laut Karimunjawa yaitu KRI Ahmad Yani-351, KRI Fatahillah-361, Kapal Selam KRI Nanggala-402, KRI Tongkol-813, KRI Hiu-634, KRI Ajak-653 dan KRI Sura-802 (21/01/17). (Guslan Gumilang/Jawa Pos)

Latihan Pratugas 2017 pengamanan perbatasan dalam rangka menegakan kedaulatan NKRI oleh TNI AL dengan membantuk tim satgas operasi pengamanan perbatasan Malindo (satgas operasi "perisai ambalat") dan Philindo (satgas operasi "perisai kawanua") guna mencagah, menindak serta meniadakan setiap kemungkinan timbulnya gangguan dan ancaman diwilayah tersebut. Latihan tersebut melibatkan tujuh KRI di perairan laut Karimunjawa yaitu KRI Ahmad Yani-351, KRI Fatahillah-361, Kapal Selam KRI Nanggala-402, KRI Tongkol-813, KRI Hiu-634, KRI Ajak-653 dan KRI Sura-802 (21/01/17). (Guslan Gumilang/Jawa Pos)