← Beranda

Teliti Daun Apa-Apa, Dosen Unair Temukan Senyawa Antikanker Baru

Novia HerawatiKamis, 25 September 2025 | 21.21 WIB
Teliti Daun Apa-Apa, Dosen Unair Temukan Senyawa Antikanker Baru. (Istimewa).

JawaPos.com - Dosen Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST Unair), Prof. Mulyadi Tanjung berhasil menemukan zat antikanker dalam Daun Apa-Apa atau Flemingia Macrophylla.

Prof. Mulyadi menyebut Indonesia memiliki banyak tanaman herbal berpotensi untuk pengobatan, namun penelitian masih terbatas. Daun Apa-Apa sendiri sudah turun temurun dipakai untuk merawat organ reproduksi wanita.

“Tim kami memilih riset mengenai daun Apa-Apa karena belum ada penelitian yang membahas temuan senyawa baru dalam daun ini sehingga potensi risetnya sangat besar," ujar Prof. Mulyadi, Kamis (25/9).

Secara khusus, ada tiga aspek yang menjadi pertimbangan Prof. Mulyadi dan tim meneliti Daun Apa-Apa, yakni aspek ilmiah dari kandungannya, aspek pendidikan dengan melibatkan mahasiswa, dan aspek praktis.

“Aspek praktis ini mengembangkan riset tidak hanya di dalam laboratorium, namun juga dapat digunakan untuk industri kedepannya. Dari ketiga aspek ini, tanaman Apa-Apa sudah mencukupi syarat tersebut,” imbuhnya.

Terlebih, Kanker telah lama menjadi momok mengerikan di bidang kesehatan. Berbagai penelitian dilakukan, mulai dari kemoterapi hingga pemanfaatan bahan alami yang berpotensi menjadi antikanker.

Dari penitian yang dilakukan, Prof. Mulyadi bersama timnya berhasil menemukan senyawa baru potensial pengobatan kanker, yang diberi nama deoksihomoflemingin dan 3-hidroksiflemingin A. 

Prof. Mulyadi mengatakan senyawa kimia yang dihasilkan oleh tumbuhan, umumnya berasal dari metabolit sekunder yang digunakan untuk pertahanan diri dan adaptasi pada lingkungan. Namun, senyawa Daun Apa-Apa berbeda.

Pihaknya telah menguji senyawa-senyawa tersebut pada sel kanker serviks dan sel payudara, hasilnya sangat aktif sebagai antikanker. Prod. Mulyadi bersama tim pun berencana melakukan uji lanjutan.

“Saat ini kami sedang berada di tahap awal uji in vitro, yang mana masih akan dilanjutkan dengan uji in vivo, uji klinis, dan serangkaian uji lainnya. Kami berharap (hasil riset Tanaman Apa-Apa) dapat bermanfaat bagi dunia medis," tukasnya.

EDITOR: Mohamad Nur Asikin