Ide pokok adalah ide atau gagasan yang menjadi pokok pengembangan paragraf. Makanya, nama lain ide pokok adalah gagasan utama.
Ide pokok terdapat di kalimat utama dan setiap satu paragraf hanya ada satu ide pokok. Satu hal yang perlu diingat adalah, kalimat utama tidak sama dengan kalimat pertama.
Sebagaimana dilansir dari ruang guru, kalimat utama bisa ada di kalimat pertama, bisa pada kalimat terakhir, atau bahkan kalimat pertama dan terakhir.
Ciri-Ciri Ide Pokok
Untuk menemukan ide pokok dalam sebuah paragraf, lebih mudah jika kamu mengetahui ciri-ciri ide pokok itu sendiri. Ada apa aja, ya?
- Mengandung inti permasalahan dari sebuah paragraf.
- Memiliki kalimat pendukung atau kalimat penjelas.
- Ide pokok dinyatakan secara jelas (tidak berbelit-belit).
- Hanya ada satu ide pokok dalam sebuah paragraf.
Fungsi Ide Pokok
Apa manfaat mengetahui ide pokok dari teks? Kamu harus ingat ya, nama lain ide pokok adalah gagasan pokok suatu paragraf. Jadi, fungsi ide pokok bacaan tentunya untuk menjelaskan inti dari suatu paragraf/bacaan.
Manfaat mengetahui ide pokok dari teks ini, ketika kamu membaca sebuah paragraf, kamu akan mengerti inti dari informasi yang ingin disampaikan.
Cara Menemukan Ide Pokok dalam Paragraf
Sebenarnya, cara menentukan ide pokok bacaan itu nggak sulit-sulit amat, kok. Asal kamu tahu aja caranya. Nah, berikut akan dikasih tau nih cara menentukan ide pokok bacaan.
1. Baca seluruh paragraf dengan cermat
Hal pertama yang harus kamu lakukan saat ingin menemukan ide pokok dalam paragraf adalah membaca paragraf tersebut. Kamu perlu dengan cermat dalam membaca sebuah paragraf. Maka, berkonsentrasilah dengan baik.
2. Cermati kalimat pertama hingga akhir
Paragraf yang terdiri dari beberapa kalimat harus kamu cermati ketika membacanya. Jangan sampai ada yang terlewat kalimat dalam paragraf tersebut sampai kamu lupa membacanya.
3. Baca tiap kalimatnya
Dalam suatu paragraf, ide pokok bisa terletak di awal, di akhir, atau di awal dan akhir paragraf. Kembali lagi, pastikan tidak ada kalimat yang terlewat ya.
4. Tandai ide pokok
Setelah menemukan ide pokok di paragraf tersebut, langsung kamu tandai. Hal ini untuk meminimalisir lupa yang bisa saja terjadi.
5. Tandai info penting
Jika ada info penting dalam paragraf tersebut, tidak ada salahnya untuk menandai. Biasanya akan ditanyakan dalam soal-soal di nomor selanjutnya yang menggunakan paragraf yang sama.
Contoh Menemukan Ide Pokok Bacaan
Oke, setelah mengetahui kelima langkah cara menentukan ide pokok bacaan, kita akan langsung melihat ke contoh ide pokok paragraf.
Contoh Ide Pokok 1
Coba perhatikan paragraf berikut:
Orang yang akan pensiun tidak perlu stres. Pensiun berarti tidak bekerja, tetapi mendapat gaji. Dengan tidak berdinas lagi berarti mereka tidak memiliki beban pikiran terhadap pekerjaan dan banyak waktu luang untuk bersantai. Kalau waktu luang itu bisa dioptimalkan dengan berbagai kegiatan yang positif dan produktif, tentu orang tidak akan terkena stres.
Pada paragraf di atas, ide pokoknya adalah pada kalimat pertama, yaitu “Tidak perlu stres saat menghadapi pensiun”.
Kenapa?
Kalau kita analisis kalimat-kalimat lain, fungsi mereka hanya sebagai penjelas dari kalimat utama (kalimat pertama). Misalnya, pada kalimat ”Dengan tidak berdinas lagi berarti mereka tidak memiliki beban pikiran terhadap pekerjaan dan banyak waktu luang untuk bersantai”. Kalimat ini mengacu kepada kalimat utama. Tugas dari kalimat ini adalah memberikan “alasan” dari “Mengapa orang yang pensiun tidak perlu stres.”
Sekarang kita coba ke contoh ide pokok bacaan lainnya ya.
Contoh Ide Pokok 2
Bencana banjir lumpur akibat jebolnya tanggul Situ Gintung di Tangerang Selatan menimbulkan berbagai macam penyakit. Beberapa penyakit yang akan timbul sesudah bencana adalah diare, tifus, leptospirosis dan demam berdarah. Masalah kesehatan pada korban dan masyarakat di sekitar lokasi lokasi bencana harus segera diantisipasi. Beberapa penyakit itu muncul karena lingkungan kotor dan sumber air bersih yang tercemar lumpur.
Pada paragraf ini, ide pokoknya adalah “Bencana banjir menimbulkan berbagai penyakit”
Ada yang tahu kenapa?
Ya, seperti yang bisa dilihat di atas, kalimat lain dalam paragraf ini hanya “menjelaskan” penyakit-penyakitnya. Pada kalimat dua, misalnya. Kalimat tersebut berisi contoh dari penyakit yang ditimbulkan. Di sisi lain, kalimat terakhir menjelaskan penyebab dari munculnya penyakit tersebutt.