← Beranda

Rektor IPB: Regenerasi dan Teknologi Jadi Kunci Agro Maritim 4.0

Imam SolehudinSelasa, 30 Oktober 2018 | 17.36 WIB
Rektor IPB, Arif Satria (dua dari kanan) bersama para pembicara Seminar Agro Maritim 4.0, akhir pekan kemarin.

JawaPos.com - Sektor agro maritim (pertanian dan kelautan) menghadapi tantangan berat. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pelaku sektor tersebut mengalami penurunan.


Hal tersebut diungkapkan Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Arif Satria ketika menjadi
pembicara kunci dalam Seminar Agro Maritim 4.0 akhir pekan lalu.


Arif mengatakan bahwa regenerasi menjadi persoalan krusial Sektor Agro Maritim. Kondisi
ini tak hanya terjadi di Indonesia, melainkan negara-negara lain.


"Negara maju seperti Amerika usia petani di atas 58 tahun, lalu Jepang usia petaninya di
atas 65 tahun," ujar Arief di kampus IPB Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat.


"Indonesia relatif lebih muda di atas 45 tahun," sambung mantan Dekan Fakultas Ekologi
Manusia (FEMA) itu.


Menurut Arif, salah satu upaya menghadapi problem tersebut adalah adanya integrasi
teknologi. Di negara-negara maju, mereka telah melakukan intensifikasi dengan teknologi.


"Contohnya Australia dan Malaysia," beber Arif.


Menghadapi tantangan tersebut, lanjut Arif, IPB memiliki tanggung jawab moral untuk
menyiapkan sebuah model agar regenerasi tercipta.


"Karena IPB sudah menetapkan diri sebagai perguruan tinggi socio-technopreneurship yang
mampu mendorong inovasi dan teknologi untuk masyarakat," katanya.


Ia mengatakan, proses regenerasi dipercepat dengan melibatkan perguruan tinggi pertanian,
dan keluatan lainnya di Indonesia. Tujuannya untuk menghasilkan pelaku-pelaku pertanian-
kelautan yang tangguh.


"Dalam 15 tahun dari sekarang penting untuk kita mempersiapkan teknologi untuk
menggantikan kelangkaan buruh. Ketika buruh sudah berkurang, teknologi harus siap,"
pungkasnya.


Turut hadir dalam kesempatan itu, Kepala Pusat Studi Bencana IPB, Yonvitner, Kepala LPPM IPB, Aji Hermawan, Kepala PKSPL IPB, Ario Damar, serta Peneliti Senior PKSPL IPB, Amril Rangkuti.


Optimisme Agro Maritim 4.0


Kepala Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB, Ario Damar mengungkapkan bahwa 60-70 persen masyarakat Indoensia tinggal di kawasan pesisir. Menurut Ario, dari persentase tersebut, penduduk berusia muda cukup dominan.


Hal inilah yang harus dimanfaatkan sebagai basis penguatan regenerasi SDM Agro Maritim.
"Tinggal nanti kampus mengintervensi, dengan melakukan pelatihan, menurunkan ahli-ahli di bidang agro maritim," beber dia.


Ario menambahkan Agro Maritim 4.0 bisa dikatakan identik dengan presisi dan teknologi. Dan itu, menurutnya ada di perguruan tinggi.


Senada, Peneliti PKSPL Amril Syahputra Rangkuti memaparkan bahwa kampus merupakan instrumen penting dalam mewujudkan Agro Maritim 4.0.


Menurut Amril, temuan atau inovasi kampus mengenai agro maritim, harus dirasakan oleh para pelakunya itu sendiri. Dalam hal ini nelayan dan petani.


"Sehingga nantinya terjadi akselerasi atau percepatan," jelas dia.


Dia optimis bahwa Agro Maritim 4.0 bisa menjadi arus baru dalam mewujudkan poros maritim dan pertanian dunia.


EDITOR: Imam Solehudin