← Beranda

Ketua PGRI: Revolusi Mental Itu Roh Pendidikan

Ilham Safutra02 Oktober 2021, 01.15 WIB
Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi. Hilmi Setiawan/Jawa Pos
JawaPos.com - Ketua Umum PGRI Unifah Rosyidi menyebut bahwa revolusi mental adalah roh dari pendidikan. Guru sebagai tenaga pendidik memiliki peran sentral sebagai aktor penggerak revolusi mental itu sendiri.

Dalam revolusi mental, guru berperan untuk mengubah karakter yang fixed mindset ke growth mindset. "Semua menuntut perubahan. Melalui revolusi mental kita belajar bagaimana harus bergotong royong, sekaligus memiliki kemandirian, dan mengintegrasikan nilai baik lainnya," kata Unifah.

PGRI berkolaborasi dengan Kemenko PMK dalam workshop “Sekolah Pelopor Gerakan Nasional Revolusi Mental” pada Rabu (29/9) lalu secara virtual.

“Guru harus menjadi pelopor, guru harus jadi contoh, teladan, dan kita semua berusaha berjalan ke arah sana,” sambung Unifah.

Sekjen PGRI Dudung Abdul Qodir berharap revolusi mental dapat dicapai dari sekolah pelopor gerakan nasional revolusi mental. Nilai-nilai dari revolusi mental pun dapat dikembangkan kehidupan sehari-hari. Contohnya, melibatkan kerja sama yang baik antara pengawas, kepala sekolah, guru, siswa, orang tua, dan masyarakat di lingkungan sekolah.

"Perilaku warga sekolah haruslah mencerminkan nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong, serta terlihat melalui gerakannya perubahan untuk lebih melayani, bersih, tertib, mandiri, bersatu," imbuhnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK Didik Suhardi menjelaskan, revolusi mental merupakan titah presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental.

"Untuk melaksanakan dan mengarahkan revolusi mental secara terencana dan sistematis sesuai dengan tujuannya, Revolusi Mental masuk dalam Prioritas Nasional pada RPJMN Tahun 2020-2024," kata Didik Suhardi.

Gerakan itu, kata kata Didik, untuk mengubah cara pikir, cara kerja dan cara hidup bangsa Indonesia yang mengacu nilai-nilai integritas, etos kerja, dan gotong royong berdasarkan Pancasila yang berorientasi pada kemajuan dan kemoderenan.

"Kemudian siapa sasaran Gerakan Nasional Gevolusi Mental (GNRM) ini, yakni, penyelenggara negara, media, dunia usaha, masyarakat umum dan tentunya dunia pendidikan. Lima lini ini menjadi sasaran strategis dalam membumikan revolusi mental," tegasnya lagi.
EDITOR: Ilham Safutra