← Beranda

Spikul, Ketika Praktisi Media Ajarkan Public Speaking

Novianti SetuningsihMinggu, 11 November 2018 | 18.40 WIB
Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri saat peresmian Spikul, Jumat (9/11).

JawaPos.com - Apapun profesi yang dimiliki setiap orang tentu membutuhkan kelihaian berbicara. Walau terlihat sepele tetapi berbicara menjadi kunci hal apapun. Bukan hanya berbicara dengan rekan kerja atau partner tetapi berbicara depan publik adalah sesuatu yang harus dilatih.


Berbicara depan publik menjadi suatu perhatian khusus terutama bagi seseorang yang selalu menyampaikan suatu hal penting pada publik. Jangan sampai karena proses penyampaian yang salah, publik justru malah mencerna pesan tersebut menjadi tidak baik.


Di era komunikasi dan informasi yang semakin pesat dan intensif, media memiliki pengaruh dalam menggiring opini publik dan secara langsung berpengaruh juga ke sektor-sektor publik, seperti politik dan bisnis.


Namun, Pakar branding dan konten kreatif, Iman Sjafei mengatakan kebanyakan tokoh publik kerap kesulitan berbicara pada media. Padahal, pemikiran mereka selaku tokoh publik atau politisi berpengaruh pada pandangan banyak orang.


"Banyak politisi dan tokoh publik yang sudah mencapai kesuksesan dan sangat fasih berkomunikasi di depan umum, namun gagap saat menghadapi media. Di pikiran mereka sudah terbentuk persepsi kalau media itu mengintimidasi, dan menyebabkan apa yang ingin mereka komunikasikan menjadi buyar," ujar Iman Sjafei yang juga co-founder agensi kreatif ReKreasi dan media startup Asumsi.co, Jumat (09/11) malam.


Tetapi, ternyata berkomunikasi yang baik juga diperlukan oleh insan media. Demikian juga dikatakan praktisi media, Tommy Tjokro.


Oleh karena itu, lembaga pelatihan public speaking, Spikul hadir untuk diri melatih orang-orang untuk dapat berkomunikasi dengan baik di hadapan media. SPIKUL memiliki kredibilitas yang tinggi karena dilatih langsung oleh orang-orang yang masih berkecimpung aktif di dunia media, seperti jurnalis, news presenter, dan branding consultant.


Di antaranya, Tommy Tjokro, seorang pakar public speaking dengan pengalaman belasan tahun di dunia jurnalistik dan penyiaran. Terdapat juga nama Clara Tampubolon yang dikenal sebagai pakar komunikasi dengan pengalaman kerja di beberapa media televisi.


Menariknya, tak hanya mengajarkan public speaking, Spikul juga membekali pesertanya dengan kemampuan personal branding. Sehingga, peserta tersebut mampu terlihat menarik bagi media dan publik.


Dengan adanya SPIKUL, diharapkan juga semua elit bisa berkomunikasi dengan baik di media, sehingga bisa menciptakan kondusivitas, mencegah terjadinya kesalahpahaman, dan hal-hal yang rawan diputarbalikkan.


EDITOR: Novianti Setuningsih