← Beranda

Ujian Akhir Berkostum Baju Adat

Suryo Eko PrasetyoJumat, 6 Januari 2017 | 23.14 WIB
RILEKS: Dante (kiri) mengenakan busana daerah Suroboyoan. Atasan beskap hitam dipadu aksesori berwarna emas. Kemudian, untuk bawahannya, celana kain. Dante juga melengkapi penampilan dengan tutup kepala.

JawaPos.com – Departemen Teknik Sistem Perkapalan (Siskal) Institut Teknologi Sepuluh Nopember punya cara unik untuk mengurangi ketegangan mahasiswa dalam menghadapi ujian akhir mata kuliah desain IV. Para mahasiswa diminta berdandan dengan pakaian adat khas daerah-daerah di Indonesia. Jadilah mereka menghadap dosen dengan busana warna-warni.


Dante Taufiq Akbar salah satunya. Mahasiswa semester V program double degree Siskal itu merasa lebih enjoy mengenakan pakaian adat. ’’Lebih tenang daripada pakai pakaian formal,’’ tuturnya kemarin (5/1).


Pada kesempatan itu, Dante tampil Suroboyoan. Atasan beskap hitam dipadu aksesori berwarna emas. Kemudian, untuk bawahannya, dia menggunakan celana kain. Dante juga melengkapi penampilan dengan tutup kepala.


Ketenangan memang diperlukan Dante untuk menghadapi ujian tersebut. Sebab, tugas akhir itu selalu menjadi momok bagi mahasiswa. Mereka harus membuat rancangan kapal secara keseluruhan. Mulai permesinan, pelumasan, bahan bakar, bilga, ballast, elektrikal, kontrol, hingga antisipasi kebakaran. Terlebih, desain IV juga memengaruhi nilai kelulusan mereka.


Mereka pun harus mempresentasikan hasilnya kepada dosen. Mahasiswa double degree melakukan presentasi dengan bahasa Inggris. Begitu pula saat menjawab pertanyaan dari dosen yang menggunakan bahasa yang sama. Tak seperti mahasiswa program reguler yang masih bisa menggunakan bahasa campuran antara Indonesia dan Inggris.


Selain Dante, mahasiswa lain menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah. Ada adat Padang, Palembang, Sunda, hingga Kalimantan Barat. Sementara itu, mahasiswi memilih pakaian lebih simpel dengan kebaya dan jarit.


Ketua Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS Dr M. Badrus Zaman mengatakan, kebiasaan menggunakan kostum saat ujian akhir semester dilakukan sejak 2007. Namun, temanya berubah-ubah. Ujian kemarin sengaja mengenakan pakaian adat untuk meningkatkan kecintaan para mahasiswa terhadap tanah airnya. ’’Mereka kami bebaskan mau pakai adat mana. Tidak sesuai dengan daerah asalnya tidak apa-apa,’’ terangnya.


Ujian desain IV kemarin diikuti 120 mahasiswa. Mereka terdiri atas 50 mahasiswa double degree dan 70 mahasiswa reguler. Sementara itu, dosen penguji sebanyak 30 orang. Mereka tersebar di sepuluh ruangan berbeda. Ujian dibagi menjadi dua hari mulai pagi hingga sore. (ant/c19/nda/sep/JPG)

EDITOR: Suryo Eko Prasetyo