← Beranda

mahasiswa Jepang Eiri Inaba Berlibur sambil Kenalkan Yukata

Suryo Eko PrasetyoKamis, 23 Februari 2017 | 04.59 WIB
BERKESAN: Kepala SMK PGRI 13 Sri Wiludjeng (tiga dari kiri) berbincang dengan mahasiswa Jepang Eiri Inaba (tiga dari kanan).

JawaPos.com – Siswa menyambut kehadiran Eiri Inaba di SMK PGRI 13 Surabaya Selasa (21/2). Mahasiswa Nanzan University, Nagoya, Jepang, itu hadir dengan mengenakan yukata, pakaian tradisional khas Jepang. Para siswa tidak mau kalah. Mereka mengenakan yukata yang tak kalah memukau.


Eiri menyatakan, dirinya merupakan mahasiswa semester akhir di kampusnya. Dia sengaja datang ke Indonesia sekaligus untuk berlibur. Meski demikian, dia tidak melewatkan begitu saja masa kunjungannya. Perempuan 22 tahun itu mengenalkan budayanya kepada para siswa di SMK PGRI 13.


Kehadiran Eiri di SMK PGRI 13 itu difasilitasi Asaichi Language Center. Kemarin selain mengenalkan yukata, Eiri mengajak siswa menulis kaligrafi Jepang. ”Hari ini (kemarin, Red) ketiga kali saya datang ke sini,” katanya.


Menurut dia, masyarakat Indonesia sangat ramah. Bahkan, cepat merespons dengan baik. Demikian juga para siswa. ”Di sini interaktif,” tambahnya.


Kepala SMK PGRI 13 Sri Wiludjeng menyatakan, kedatangan Eiri menambah nilai lebih. Apalagi, sejak 2002, di sekolahnya ada program unggulan bahasa Jepang. Para siswa tidak hanya berinteraksi dengan para guru lokal. Tetapi, juga bisa berinteraksi dengan orang asing secara langsung.


Apalagi, pada era masyarakat ekonomi ASEAN, siswa diajak memiliki kompetensi tambahan. Karena itu, dengan modal berinteraksi dengan orang asing secara langsung, siswa diharapkan tidak minder saat berkomunikasi dengan orang asing. ”Kalau sama orang asing langsung, kan auranya beda. Ada motivasi tersendiri,” tuturnya.



Parastuti, perwakilan Asaichi Language Center, menambahkan, ke depan tidak tertutup kemungkinan untuk menjalin kerja sama dengan sekolah. Dengan begitu, sekolah bisa lebih mudah ketika ingin menjalin sinergi secara lebih intensif. Bahkan, pihaknya siap membantu jika ada siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jepang. (puj/c6/nda/sep/JPG)

EDITOR: Suryo Eko Prasetyo