JawaPos.com - Dari 34 SMP di Kabupaten Cianjur, hanya tiga yang siap melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017. Ketiga sekolah itu adalah SMPN I Cianjur, SMPN II Cianjur, dan SMP I Negeri Cipanas. Sisanya numpang di beberapa SMA/SMK di Cianjur yang mempunyai fasilitas memadai.
Hal itu terungkap saat Komisi IV DPRD Cianjur mendatangi Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Cianjur, Senin (13/3) sekitar pukul 13.00 WIB. Ketua Komisi IV, Dadang Sutarmo, langsung menggelar pertemuan tertutup membahas berbagai persoalan, salah satunya soal kesiapan penyelenggaraan UNBK.
Ada sedikitnya dua poin penting yang dibahas bersama Disdikbud Cianjur. Pertama, mengenai UNBK dan kedua mengenai seleksi Kepala SMP se-Kabupaten Cianjur. Artinya, Pemerintah Daerah bisa dibilang menumpang pada fasilitas yang dimiliki Pemerintah Provinsi. Seperti diketahui, pengelolaan SMA/SMK sederajat kini di bawah tata kelola pemerintah provinsi.
Namun demikian, Dadang menilai, hal tersebut bisa menjadi momentum pengenalan dan promosi SMA/SMK yang memfasilitasi UNBK tingkat SMP. “Kalau fasilitas sekolahnya lengkap, tentu akan menjadi daya tarik tersendiri untuk siswa-siswinya, apalagi untuk SMA/SMK favorit,” kata dia kepada Radar Cianjur (Jawa Pos Group).
Sementara itu, Kadisdikbud Cianjur, Cecep Sobandi mengatakan, secara khusus kala itu dibahas soal rata-rata lama sekolah di Kabupaten Cianjur. Lalu, seperti dikatakan Dadang Sutarmo, Cecep mengamini juga pembahasan mencakup kesiapan UNBK dan seleksi Kepala SMP se-Kabupaten Cianjur.
“Kami membahas UNBK SMP dan angka rata-rata lama sekolah. Kalau seleksi Kepala SMP itu tanya saja panitianya, di Pemkab Cianjur. Terus minta susunan panitianya, jangan tanya kami,” kata Cecep sambil menandatangani beberapa lembar dokumen yang disodorkan kepadanya. (pj/lan/yuz/JPG)