JawaPos.com – Pemeriksaan ketat dilakukan terhadap seluruh peserta Ujian Nasional (UN). Sudah menjadi tradisi tahunan, pengawas ruang ujian selalu mengawasi pelaksanaan ujian dengan ketat. Berbagai kecurangan dipersempit dengan menyita seluruh alat komunikasi siswa baik ponsel dan tas.
Siswa ke dalam ruang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hanya membawa kartu ujian tanpa alat tulis. Mereka hanya tinggal memasukkan nama dan password untuk masuk ke dalam server sebelum membaca soal.
“Misalnya siswa bawa contekan atau kertas kebetan, itu sudah kami periksa seluruhnya sebelum ujian. Jika ada kejadian pun, kami beri catatan masuk ke dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Semua kecurangan dicatat,” tegas Kepala Panitia Pengawas SMKN 1 Tapos, Margono, Senin (3/4).
Hari pertama ujian, kata Margono, tak ada kendala yang berarti. Seluruh server berjalan dengan lancar tak ada gangguan. Satu kelas diawasi oleh satu orang pengawas dan satu orang proktor. “Proktor perannya untuk mengoperasikan server atau yang mengarahkan jaringan internet,” jelasnya.
Margono berharap tahun depan pemerintah daerah lebih memerhatikan semangat UNBK agar tak ada lagi kekurangan komputer. Misalnya dengan menambah pengadaan komputer bagi sekolah-sekolah.
“Kami saat ini seluruh sekolah masih menyiasati dengan ruangan yang ada dengan komputer yang terbatas, semoga tahun depan lebih siap,” katanya. (cr1/JPG)