JawaPos Radar

Belajar Tentukan Arah Kiblat

29/05/2017, 20:08 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Belajar Tentukan Arah Kiblat
LURUS: Gandhung Fajar Panjalu (tengah) bersama dua mahasiswanya mengukur arah kiblat menggunakan cahaya matahari. (Puji Tyasari/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Salah satu peristiwa menarik dalam ilmu astronomi terjadi Minggu (28/5). Yakni, matahari berada tepat di atas Kakbah. Peristiwa itu dikenal dengan nama Rashdul Qiblat atau petunjuk arah kiblat. Momen tersebut dimanfaatkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) untuk meluruskan kiblat salat.

Kemarin Gandhung Fajar Panjalu mengarahkan para mahasiswanya dalam meluruskan kiblat salat. Ketua program studi hukum keluarga Islam UMS itu menyatakan, pukul 16.18 WIB, matahari tepat berada di atas Kakbah. Jadi, bayangan benda di muka bumi akan membelakanginya.

Gandhung melanjutkan, untuk meluruskan arah kiblat, benang bisadigunakan. Benang tersebut diberi gantungan beban sehingga dapat menggantung tegak lurus. Selanjutnya, pada tanah atau lantai, garisutara selatan sejati dibuat dengan kompas. Nah, saat Rashdul Qiblat, garis pada bayangan yang dibentuk oleh gantungan itu dibuat lurus hingga menuju garis utara selatan sejati. ”Lalu, ambil sudutnya,” ucapnya.

Selama ini, kompas dapat dimanfaatkan untuk mengetahui arah kiblat. Namun, kompas portabel terkadang kurang akurat. Perbedaan koordinat tiap daerah bisa membuat akurasi kompas kurang tepat. ”Kiblat selisih satu derajat saja, akurasinya beda,” tuturnya.

Kemarin, cara meluruskan kiblat tersebut disimulasikan dengan cahaya proyektor. Sebab, mendung yang terjadi kemarin sore menutup sinar matahari. Gandhung menyebutkan, toleransi waktunya satu hingga dua menit. Jika lebih dari itu, bisa-bisa tidak akurat.

Dia menambahkan, berdasar perhitungan ilmu hisab, diketahui bahwa matahari dua kali berada di atas Kakbahdalam setahun. Pertama, pada 27 Mei tahun kabisat atau 28 Mei tahun nonkabisat.Kedua, pada 15 Juli tahun kabisat atau 16 Juli tahun nonkabisat.

Nurul Amalia, mahasiswa UMS semester II jurusan hukum keluarga Islam, mengaku belum pernah menentukan arah kiblat secara mandiri. Karena itu, pembelajaran tersebut cukup bermanfaat baginya. ”Bisa tahu caranya.Jadi, arah kiblat salatnya juga lebih pas,” ujarnya. (puj/c18/jan)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up