JawaPos Radar

Hari Guru Nasional 2017

Indonesia Kekurangan Guru, Indef: Kita Bisa Jadi Bangsa Kuli

25/11/2017, 19:51 WIB | Editor: Imam Solehudin
Ilustrasi Guru
Ilustrasi (Dok.Jawapos)
Share this image

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengkritik besarnya anggaran pendidikan yang dialokasikan di Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) setiap tahunnya.

Sri Mulyadi menilai, kucuran anggaran tersebut belum sebanding dengan capaian yang diharapkan. Pemerintah, diakuinya, hingga kini masih terus mencari formulasi yang pas dalam penerapan sistem pendidikan di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, permasalahan yang dialami saat ini adalah perihal kualitas belanja anggaran yang sangat rendah.

"Dana pendidikan misalnya habis untuk pembangunan fisik gedung sekolah baru dan prasarana sekolah," ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (25/11).

Sementara, lanjut Bhima, yang dibutuhkan sekarang adalah adanya peningkatan kualitas serta kuantitas guru.

"Kondisi kekurangan guru di sekolah negeri mencapai 988.133 guru. Jadi harus ada prioritas alokasi anggaran. Anggaran untuk pendidikan perlu dirombak total," kata dia.

Jika terus begitu, kata Bhima, sulit bagi pemerintah bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Bahkan, bukan tidak mungkin Indonesia bisa menjadi bangsa kuli.

"Dampaknya dari salah alokasi anggaran yang berpengaruh pada rendahnya spending adalah kualitas pendidikan akan tertinggal dari negara ASEAN lainnya. Apalagi 2030 ada bonus demografi. Kalau pendidikannya rendah kita akan jadi bangsa kuli," tandasnya.

(cr4/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up