JawaPos Radar

Menteri Perindustrian Ajak Mahasiswa Tekuni Dunia Digital

25/02/2018, 23:36 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto
Menteri Perindustrian RI Airlangga Hartarto memberikan kuliah umum di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Minggu (25/2) (Murti Ali Lingga/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Perindustrian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengajak para mahasiswa untuk menekuni dunia digital dan start up agar mampu bersaing di era industri keempat.

Ajakan ini disampaikannya dalam kuliah umum di depan ribuan mahasiswa dan civitas akademika Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, Minggu (25/2). Kuliah umum menteri yang tergabung dalam Kabinet Kerja ini mengangkat tema Revolusi Industri 4.0 dan Sumber Daya Manusia Indonesia.

Airlangga mengatakan, saat ini dunia industri telah mengalami perubahan besar dan masuk di era revolusi industri keempat atau yang dikenal dengan Industri 4.0. Perubahan ini ditandai dengan berkembangnya dunia teknologi digital yang diintegrasikan ke dalam proses produksi industri. 

Mahasiswa diajak agar mengambil kesempatan ini dengan meningkatkan kemampuan dan kreatifitas terutama di bidang digital.“Industri keempat bukan hanya dimonopoli oleh anak-anak teknik, tetapi semua orang harus menguasai itu apapun jurusannya,” kata Airlangga.

Menurutnya, untuk mencapai hal itu, kampus di Indonesia termasuk Unsyiah harus memasukkan tiga mata pelajaran wajib yang harus dikuasai mahasiswa di tahun pertama perkuliahan. Yakni mata pelajaran Bahasa Inggris, Statistik, dan Bahasa Programer (coding). 

Langkah ini untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing di dunia industri keempat. Ia mecontohkan di Bandung, yang telah dibangun Techno Park yang menjadi pusat kreatifitas digital mahasiswa dalam melahirkan produk start up.

“Saya berharap Tecno Park juga dibangun di Unsyiah untuk memberikan kesempatan anak muda dalam berkreatifitas menghasilkan produk," tambahnya.

Saat ini pemerintah Indonesia juga mendorong beragam sektor agar dapat mengimplementasi industri keempat, seperti industri makanan minuman, kimia, tekstil, elektronik, dan otomotif. Terlebih pada 2030 nanti, Indonesia akan mengalami bonus demografi yang memberikan peluang besar dalam menggerakkan perekonomian.

Sementara itu, Rektor Unsyiah Samsul Rizal menuturkan, persaingan di masa depan semakin besar dengan hadirnya era revolusi industri keempat. Tuntutan kerja di masa depan akan lebih tinggi dan menuntut penguasaaan keilmuan serta keterampilan. 

Sehingga dibutuhkan persiapan sejak dini agar dapat menghadapi berbagai perubahan dan perkembangan tersebut. “Jika kita terlambat sadar dan tidak mempersiapkan diri dengan baik, dipastikan kita akan tergilas oleh zaman,” jelasnya.

(mal/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up