JawaPos Radar | Iklan Jitu

Temukan Bahan Bakar Alternatif, Mahasiswa UGM Juara di London

23 Juli 2018, 18:53:02 WIB | Editor: Soejatmiko
Temukan Bahan Bakar Alternatif, Mahasiswa UGM Juara di London
Tiga mahasiswa Teknik Kimia UGM saat memaparkan hasil kompetisi internasional, Senin (23/7) (ridho hidayat/jawapos.com)
Share this

JawaPos.com -- Untuk kesekian kalinya mahasiswa Indonesia mampu berkiprah di kompetisi antar mahasiswa internasional. Kali ini kelompok mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM), menunjukkan prestasinya di kompetisi Shell Ideas360 di London, Inggris belum lama ini. Mereka berhasil menjuarai kompetisi inovasi limbah plastik menjadi bahan bakar alternatif kendaraan.

Tiga mahasiswa itu, Herman Amrullah, Sholahuddin Alayyubi dan Thya Araujo. Ketiganya mahasiswa Teknik Kimia UGM. Mereka tergabung dalam Tim Smart Car MCS UGM. Herman Amrullah, tim manajer dari Smart Car UGM mengatakan, inovasi ini diterapkan pada kendaraan roda empat yang mengeluarkan panas gas buang mencapai 400-500 derajat Celcius.

Suhu itu dapat mengkonversi limbah plastik menjadi bahan bakar. "Dari plastik akan terkonversi jadi gas, nanti setelah dingin akan jadi minyak," katanya, dalam jumpa pers di UGM pada Senin (23/7).

Inovasi yang dilakukan ini dicontohkannya dalam sebuah prototipe mobil mini. Terdapat tabung di sampingnya yang berisi potongan plastik. Suhu panas yang keluar dari knalpot mobil itu kemudian disalurkan ke dalam tabung. Memanasi plastik supaya menjadi gas yang kemudian nantinya dikonversi menjadi minyak.

Ketika metode ini dipakai untuk sebuah mobil, maka mengatasi masalah limbah plastik dan emisi karbondioksida. "Untuk reaktornya dirancang mampu menampung dua Kg limbah plastik. Jenis plastiknya semua plastik bisa, tapi pastik pvc tidak disarankan. karena kalau dikonversi mengandung gas klorida, berbahaya dapat menyebabkan korosi mesin juga," ucapnya.

Menurutnya, dari 2 kilogram sampah mampu menghasilkan 2 liter bahan bakar minyak. Namun, lanjutnya, untuk mencapai tujuan itu masih memerlukan tahapan selanjutnya. Inovasi ini, dikatakan Herman, menyisihkan tim-tim dari negara lain. Seperti Uni Emirat Arab, Prancis, Amerika Serikat, dan Australia.

Pada tahapan awal, tim ini juga telah berkompetisi dengan 3.336 mahasiswa dari berbagai universitas di 140 negara. "Kami tak menyangka bisa memenangkan kompetisi ini," ujarnya. Sementara, dosen Teknik Kimia UGM, Aswati Mindaryani menambahkan, ide dari ketiga mahasiswa itu menurutnya sangat futuristik. "Mesinnya dimodifikasi agar cocok dengan bahan bakarnya. Idenya sangat futuristik," ucapnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up