JawaPos Radar

Susul Kampung Warna-Warni, Mahasiswa UMM Garap Discover Gresik

22/08/2018, 08:50 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kampung Warna-warni
INDAH: KWJ hasil ide mahasiswa UMM. (dok. Humas UMM)
Share this

JawaPos.com - Setelah sebelumnya sukses menggarap berbagai kawasan menjadi destinasi bernilai kemanfaatan sosial, Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Malang (FISIP UMM) kembali merancang sebuah program unggulan berbasis pemaksimalan potensi lokal. Paling viral adalah Kampung Warna-warni Jodipan (KWJ), Kota Malang. 

Program ini diintegrasikan dengan praktikum mahasiswa peminatan Public Relations (PR).
  
Bermula dari kekaguman atas suksesnya Kampung Warna-Warni Jodipan (KWJ) garapan Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi UMM, rombongan Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Kabupaten Gresik meminta secara khusus Prodi Ilmu Komunikasi UMM untuk menerapkan konsep serupa di sejumlah kawasan di Kabupaten Gresik. Lalu, melalui diskusi kedua belah pihak tercetuslah sebuah program bertema 'Discover Gresik'.

Koordinator Praktikum Menejemen Strategi PR Prodi Ilmu Komunikasi UMM Arum Martikasari menjelaskan, awalnya BKM Kabupaten Gresik menginginkan sejumlah kawasan di Gresik dijadikan serupa KWJ. 

Hanya saja, UMM menyampaikan kepada BKM, bahwa setiap daerah memiliki potensinya masing-masing. Sehingga treatment-nya akan berbeda antara satu kawasan dengan kawasan lainnya. "Intinya kami tidak ingin latah," ungkap Arum, Selasa (21/8).

Lima kawasan yang bakal jadi objek garapan mahasiswa Ilmu Komunikasi UMM di antaranya Desa Kramat Inggil melalui konsep Eco Green Village, Kelurahan Kemuteran melalui konsep Night Market, Kelurahan Kroman melalui konsep Wisata Pelabuhan, Kelurahan Penelingan melalui konsep Cultural and Heritage, serta Kelurahan Sukodono melalui konsep Sentra Kuliner.

Kesempatan untuk menggarap klien khusus ini nantinya tidak didapat semua kelompok praktikum. Mereka yang lolos penilaian secara konsep yang akan benar-benar menindaklanjuti garapan lima kawasan ini, termasuk mencari sumber pendanaan juga mendampingi masyarakat hingga garapan proyek ini selesai. "Diperkirakan semua program akan mulai berjalan September bulan depan," imbuh Arum. 

Dia berharap dengan skema praktikum seperti yang diterapkan ini, lulusan Prodi Ilmu Komunikasi dapat memiliki kompetensi atau skill yang bisa diujikan saat sertifikasi keprofesian. "Sehingga ketika diuji, mereka tinggal menunjukan portofolio yang mereka miliki," tandasnya.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up