Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2020 | 23.24 WIB

Program yang Tidak Kompeten Jadi Alasan Muhammadiyah Mundur

Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Kasiyarno di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7). (Saifan Zaking/ JawaPos.com) - Image

Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Kasiyarno di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7). (Saifan Zaking/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) PP Muhammadiyah Kasiyarno mengatakan banyak dari 183 proposal program terpilih, tidak kompeten dalam Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Hal itu yang membuat Muhammadiyah mundur dari POP Kemendibud.

"Dari pemberitahuan evaluasi itu, kita baca program yang diajukan itu bukan program handal yang diperlukan, ada program yang namanya Peran Guru Penggerak Dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan. Apa layak, kayak paper itu," jelasnya di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7).

Dia pun mengkhawatirkan dengan program yang tidak kompeten tersebut, tidak akan ada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Padahal, tujuan program ini adalah meningkatkan kualitas kepala sekolah, guru dan juga para peserta didik.

"Kalau ini yang terjadi, kita khawatir program yang besar dan bagus ini dikerjakan oleh kelompok yang tidak kompeten, kira-kira gimana hasilnya, ini lah keluh kesah Muhammadiyah, daripada kita serius, tapi yang lain tidak, mending kita mundur," ungkapnya.

Bukan hanya soal hasilnya saja yang diragukan dari program tersebut, kredibilitas dari Muhammadiyah pun akan menurun. Secara, Muhammadiyah memiliki 30 ribu satuan pendidikan yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Kalau kita dikompetisikan dengan organisasi tidak kredibel dan pengalamannya ngga ada, track recordnya apalagi, kita khawatir hasilnya dinilai masyarakat ngga sesuai dengan harapan pemerintah, kita nanti jadi ikut susahnya," jelas Kasiyarno.

Daripada pihaknya serius untuk membantu pemerintah, sementara yang lain tidak serius. Lebih baik mengundurkan diri. "Daripada kita kena imbas, mending kita mundur diri aja. Tapi kita akan komitmen untuk memajukan pendidikan, sekalipun kita tidak ikut program ini," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore