
Yenny Wahid
JawaPos.com – Tokoh Nahdatul Ulama (NU) Yenny Wahid menjelaskan panjang lebar soal konsep Sekolah Lima Hari yang tepat usai bertemu dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Dari mulai makna Full Day School yang selama ini terjadi miskonsepsi, hingga aturan main Sekolah Lima Hari yang saat ini sedang digodok dalam draft Peraturan Presiden (Perpres). Pemahaman yang terjadi di masyarakat saat ini adalah siswa harus mengikuti pendidikan selama delapan jam sehari.
“Jika harus sekolah delapan jam, Pak Mendikbud sendiri mengakui siswa pasti bisa kelelahan,” kata Yenny kepada wartawan di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Selasa (15/8).
Persoalan waktu belajar delapan jam yang diributkan, kata Yenny, ternyata tak berlaku untuk siswa. Kebijakan tersebut berlaku untuk guru.
“Delapan jam itu untuk guru. Bagaimana kebijakan ini membantu guru agar bisa mendapatkan tunjangan profesi. Nah jadi banyak sekali kesalahpahaman yang beredar dan semoga bisa tuntas,” tegas Yenny.
Menurutnya, kebijakan tersebut digulirkan karena selama ini guru-guru kurang memenuhi jam pelajaran sehingga tak bisa mendapatkan serifikasi dan tunjangan profesi. Dengan adanya Perpres itu, maka guru bisa mendapatkan tunjangan profesinya. Dalam hal ini kesejahteraan guru akan lebih terperhatikan.
“Guru juga diharapkan memperbanyak waktu untuk memperhatikan lagi murid-muridnya. Kalau 8 jam kan akan lebih baik porsi perhatian untuk anak. Pendidikan karakter jadi lebih baik. Guru bisa lebih paham anak ini baik ada masalah apa enggak atau kena pengaruh radikalisasi atau gimana deteksi kasus narkoba,” papar Yenny.
Sehingga menurutnya, Kemendikbud sudah berkomitmen untuk memastikan melibatkan Madrasah Diniyah untuk bersinergi. Delapan jam untuk para guru bisa digunakan untuk training, mempersiapkan mata pelajaran, evaluasi belajar siswa, membimbing ekstrakurikuler, dan peningkatan kemampuan lainnya.
“Itu semua masuk dalam delapan jam kewajiban guru. Sekarang kan sudah draft Perpres, terserah, ada sekolah yang mau 5 atau 6 hari. Yang penting jam belajar siswa tak ditambah,” katanya.
Yenny menambahkan aktivitas kegiatan belajar mengajar delapan jam bukan perkara jam belajar siswa. Akan tetapi regulasi soal jam kerja guru dan persoalan sertifikasi. Menurutnya, ada hal besar yang juga memang harus diregulasi menyangkut tunjangan guru.
“Saya mendukung ada peningkatan kualitas guru, perbaikan sistem yang ada. Namun saya tidak dukung penambahan jam pelajaran siswa. Pertemuan saya dengan Mendikbud karena saya merasa ada kegelisahan, dan beliau menjawab itu,” tegasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
