JawaPos Radar

Nilai Ujian Sekolah Dasar untuk Daftar SMP

16/05/2017, 20:12 WIB | Editor: Suryo Eko Prasetyo
Nilai Ujian Sekolah Dasar untuk Daftar SMP
BELUM BISA DIPAKAI: Dian Ramandha (kiri) dan Ferdiansyah menengok ruang kelas SDN Kapasan III yang terbakar beberapa waktu lalu. Mereka bersama peserta didik lain tetap bisa menjalani ujian tanpa kendala di ruangan lain. (Allex Qomarulla/Jawa Pos/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Ujian berbasis kertas ujian sekolah (US) SD hari pertama berjalan relatif lancar. Di SDN Kapasan 3 Surabaya yang berlangsung Senin (15/5), misalnya. Ujian di sekolah itu terbilang lancar. Pada pertengahan April lalu, sekolah di Kecamatan Simokerto tersebut mengalami kebakaran. Bersyukur, api tidak melahap seluruh bangunan di sekolah itu. Masih banyak ruang kelas yang tidak tersentuh si jago merah. Kondisinya sangat bagus.

Nilai Ujian Sekolah Dasar untuk Daftar SMP
LANJUT MATEMATIKA: Para pelajar SD SAIM Surabaya mengikuti doa bersama setelah menyelesaikan ujian sekolah nasional Senin (15/5)hari pertama. (Dika Kawengian/Jawa Pos/JawaPos.com)

Kepala SDN Kapasan 3 Solikin menyatakan, dampak kebakaran tidak mengganggu proses kegiatan belajar mengajar. Demikian halnya pada pelaksanaan ujian. Ada empat ruang kelas yang digunakan untuk ujian.

Solikin menambahkan, sebanyak 69 siswa kelas VI hadir dan mengikuti ujian dengan tertib. Solikin menyebut persiapan ujian memang dilaksanakan dengan matang. Pihaknya ikut memantau langsung persiapan siswa dan guru. ”Ada tryout dinas, bimbel bersama di kecamatan, dan pembahasan soal di sekolah,” terangnya.

Menurut dia, persiapan memang menyasar para guru. Soal-soal latihan dibahas dan dianalisis bersama. Soal yang dianggap sulit dievaluasi dan dibawa ke forum kelompok kerja guru (KKG). ”Ditelaah, lalu disampaikan ke anak-anak lagi,” jelasnya.

Pada Selasa (16/5), siswa mengerjakan soal ujian matematika. Persiapan yang matang diharapkan bisa mengantarkan anak didiknya mendapat nilai baik. Sebab, hasil ujian akan digunakan untuk mendaftar ke jenjang yang lebih tinggi.

Achmad Barizi, guru SD Muhammadiyah 18 Surabaya, juga mengatakan bahwa ujian berlangsung tanpa kendala. Sebanyak 38 siswa melaksanakan ujian. Siswa datang ke sekolah sebelum pukul 07.00. Selanjutnya, pada pukul 07.00, siswa masuk ke masjid sekolah untuk berdoa bersama. ”Berdoa supaya lancar dan lulus dengan baik,” katanya.          

Selanjutnya, pada pukul 07.30, siswa masuk kelas untuk persiapan. Ujian dilaksanakan tepat pukul 08.00 hingga pukul 10.00. Menurut Barizi, ujian tahun ini relatif lebih baik. Sebab, pelaksanaannya sudah dilakukan di tingkat daerah. Baik pembuatan soal maupun pelaksanaan. ”Mulai distribusi sampai pelaksanaan, semua lancar,” tegasnya.

Pelaksanaan US berlangsung di SD Ahmad Yani Surabaya. Berdasar pantauan Jawa Pos, jumlah siswa yang mengikuti ujian tersebut tidak banyak. Hanya 10 siswa. ”Ini memang jumlah siswa kami. Semuanya masuk,” terang Kepala SD Ahmad Yani Anis Soeparlin.

Anis mengungkapkan, saat US akan dimulai, salah seorang siswanya belum hadir di ruangan. Kondisi tersebut membuat salah seorang guru menjemput ke rumah siswa itu. ”Setelah dijemput, siswa itu akhirnya mau ujian,” ungkapnya.

Dalam US kali ini, Anis berharap nilai rata-rata siswa di sekolah dapat naik dari tahun sebelumnya. Sebab, dengan tingginya nilai rata-rata US, semakin mudah kesempatan siswanya untuk dapat bersekolah di SMP negeri. ”Tahun lalu ada tiga siswa yang lolos. Semoga tahun ini jumlahnya bisa bertambah,” harapnya.

Sementara itu, Kepala SDN Margorejo 1 Surabaya Asri Sukaryani sebelum ujian mengimbau para siswa mengerjakan soal dengan teliti. Sebab, soal bahasa Indonesia biasanya berisi banyak soal cerita. Bacaan yang panjang kerap kali membuat siswa kurang waspada. ”Padahal, jawabannya ada di tengah bacaan itu,” tuturnya.

Sebelum ujian, seluruh siswa sudah datang ke sekolah pukul 06.30. Kemudian, mereka dikumpulkan di halaman sekolah untuk pengarahan. Lalu, ujian dimulai pukul 08.00. Dengan begitu, tidak ada siswa yang ketinggalan dalam mengikuti ujian.

Di SDN Margorejo 1, ada 114 siswa yang mengikuti ujian nasional. Amalia Latifani Darmawan, salah seorang siswi SDN Margorejo 1, mengungkapkan bahwa soal bahasa Indonesia cukup rumit. Sebab, banyak soal cerita yang panjang-panjang. Selain itu, jawabannya mirip-mirip. ”Jadi, harus benar-benar teliti memilih jawaban yang benar,” ungkapnya.

Amalia mengaku bisa mengerjakan semua soal hingga tuntas. Dia berharap bisa mendapatkan nilai maksimal dalam ujian tersebut. Sementara itu, untuk menghadapi matematika hari ini, dia berupaya mempersiapkan diri. ”Menambah waktu belajar di rumah dan latihan soal-soal,” imbuhnya.

Secara terpisah, pelaksanaan US di SDLB YPAB diikuti empat siswa tunanetra. Para guru mendampingi para siswa mengerjakan soal. Mereka mendapatkan soal khusus dengan huruf braille. ”Kami beri tambahan waktu, karena membaca dengan huruf braille butuh waktu lebih lama,” terang Kepala SDLB YPAB Surabaya Nurul Gimawati.

Nurul menjelaskan, soal berdasar Kurikulum 2013. ”Anak-anak sudah dipersiapkan sejak lama. Selain latihan, mereka ikut tryout,” ujarnya. (puj/ant/elo/c17/nda)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up