JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dahlan Iskan: Anda Tangguh demi yang Lain

16 Februari 2018, 10:48:58 WIB
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan
Mantan Menteri BUMN, Dahlan Iskan saat memberikan kuliah umum di UGM, Kamis (15/2). (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menjadi pebisnis harus mempunyai jiwa yang tangguh pada diri seseorang. Pribadi seperti ini pun dapat diasah melalui hal kecil terlebih dahulu.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) periode 2011-2014, Dahlan Iskan mengatakan, alasan mengapa dilakukan dari hal kecil atau saat masih muda karena ketika mengalami keterpurukan tidak akan merasa habis-habisan.

"Kalau bisnis kecil jatuh rasanya itu tidak sampai habis-habisan, anak muda kalau jatuh bisa bangkit lagi mudah," katanya, dalam kuliah umum Membangun Semangat Pengusaha Muda yang Kreatif dan Inovatif dalam Menghadapi Tantangan di Era Globalisasi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta, Kamis (15/2).

Ketika sering mengalami keterpurukan, maka jiwa ketangguhannya pun semakin terasah. Menjalani bisnis secara perlahan saat masih muda untuk mencapai kesuksesan.

Untuk memiliki pribadi seperti itu, harus mempunyai keinginan yang diibaratkannya sebesar 24 karat. Jika hanya 18 karat pun, menurutnya itu masih belum cukup.

"Begitu jatuh kok sulit memulai lagi, nah itu lah mengapa tidak banyak orang jadi pengusaha. Jadi kalau Anda jatuh kemudian menyerah, ya sudah berarti Anda bukan pengusaha yang tangguh," katanya.

Pribadi yang tangguh karena pantang menyerah meski mengalami banyak kegagalan seperti ini, menurutnya juga akan semakin mengokohkan perkembangan bisnisnya. Baginya, berbeda ketika seorang pengusaha baru merintis usahanya langsung menorehkan kesuksesan. Itu diibaratkannya seperti orang yang mengalami obesitas.

"Sebaiknya jatuhnya saat masih muda, tapi kalau langsung sukses itu tidak tangguh namanya. Ibaratnya orang langsung gemuk itu,  namanya obesitas," ucapnya.

Dicontohkannya seperti masa krisis yang dialaminya pada 1998-1999 silam. Saat itu ia sudah mendirikan internet berbayar bernama Meganet. Namun ketika tahun-tahun tersebut masih sangat sulit menemukan orang yang memakai internet. "Jangan membayangkan sekarang, sekarang hmmmm," katanya.

Karena krisis yang dialami, ia pun harus melakukan amputasi terhadap bisnisnya agar tetap survive. Salah satunya Meganet itu yang terpaksa dilepasnya.

"Apa sekarang gak menyesal, ya menyesal. Tapi saya gak menyesali itu sampai nangis-nangis, saya cepat move on. Siapapun orang yang optimistis, jangan terlalu menyesali terlalu lama," tegasnya.

Namun itu merupakan pilihan bagi setiap orang. Termasuk jika tetap menjadi pribadi yang lemah. "Terserah Anda, kalau gak mau jadi orang yang tangguh gak usah bangkit, biar orang lain saja yang tangguh. Tapi tolong Anda pikirkan bangsa ini, tolong Anda pikirkan umat ini, Anda tangguh demi yang lain," ucapnya.

Editor           : Sari Hardiyanto
Reporter      : (dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up